Wartabuana.com | PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membawa cerita keberhasilan jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro Indonesia ke panggung internasional dalam Halal Expo Indonesia (HEI) 2026. Di hadapan delegasi sembilan negara anggota Developing Eight (D-8), PNM memperkenalkan model pembiayaan syariah yang dinilai mampu menjadi solusi nyata pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Model Pembiayaan Syariah yang Jadi Sorotan Dunia

Dalam sesi HEI Talk bertema Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa keuangan syariah tidak hanya berfungsi sebagai layanan finansial, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Menurut Dodot, inovasi utama PNM terletak pada penerapan social collateral, yaitu mekanisme saling menjamin antaranggota kelompok perempuan tanpa mengandalkan agunan fisik. Model ini dinilai selaras dengan prinsip tanggung renteng dalam keuangan syariah sekaligus memperkuat akuntabilitas berbasis komunitas.
16,1 Juta Nasabah Rasakan Dampak Nyata
PNM saat ini melayani 16,1 juta nasabah Mekaar melalui 58 kantor cabang yang menjangkau 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan di Indonesia.
Data PNM menunjukkan:
- 74% nasabah mengalami peningkatan pendapatan.
- 72% memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan rumah tangga.
- 90% merasakan peningkatan kemandirian finansial.
Sejak 2017, program Mekaar juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga nasional hingga Rp55,81 triliun serta mendorong ekspor produk nasabah binaan melampaui US$3 miliar.
Pesan PNM untuk Dunia
Dalam paparannya, Dodot menegaskan PNM tidak hadir sekadar memamerkan capaian statistik, tetapi ingin mengubah cara dunia memandang perempuan prasejahtera.
“Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” ujar Dodot.
Melalui partisipasi dalam Halal Expo Indonesia 2026, PNM menegaskan posisi Indonesia sebagai contoh nyata penerapan keuangan syariah yang inklusif. Dengan sekitar 73% portofolio pembiayaan Mekaar berbasis syariah, PNM membawa pesan bahwa penguatan ekonomi halal global dapat dimulai dari pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai pelosok Indonesia.













