Wartabuana.com — Nama Jisoo kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi panggung, melainkan tuduhan serius dari seorang desainer Eropa yang menyebut sang idol belum mengembalikan koleksi fashion miliknya selama berbulan-bulan—sebuah isu yang kini memantik perdebatan panas di industri hiburan dan mode.
Kronologi Tuduhan: Dari Kolaborasi hingga Kontroversi
Desainer asal Antwerp, Benjamin Voortmans, pemilik label Judassime, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya melalui video di Instagram.
Ia menjelaskan bahwa sekitar enam bulan lalu, pihaknya mengirim beberapa potong pakaian kepada tim Jisoo di Korea untuk keperluan pemotretan sampul album. Namun, proses tersebut terus mengalami penundaan tanpa kejelasan.
Menurut Voortmans, situasi berubah menjadi masalah serius ketika pakaian yang dipinjam tak kunjung dikembalikan.
“Sudah enam bulan berlalu, dan tidak ada respons. Tiga potong koleksi terbaru saya masih hilang,” ungkapnya dalam video tersebut.
Koleksi Hilang dan Upaya Jalur Hukum
Voortmans menegaskan bahwa tiga item yang belum kembali merupakan bagian penting dari koleksi terbaru dengan nilai tinggi. Ia bahkan mengklaim telah menempuh jalur profesional dengan mengirimkan faktur serta kontrak kepada tim Jisoo.
Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima tanggapan apa pun.
Langkah ini memperlihatkan bahwa konflik yang awalnya bersifat administratif kini berpotensi berkembang menjadi sengketa hukum lintas negara.
Seruan Publik: Media Sosial Jadi Senjata
Dalam langkah yang cukup tidak biasa, Voortmans meminta publik untuk ikut menekan pihak terkait dengan cara menandai akun Jisoo dan timnya serta menyebarkan video tersebut.
Ia menyebut kerugian yang dialaminya bukan hanya soal materi, tetapi juga peluang profesional yang hilang akibat tertahannya koleksi tersebut.
Efek Domino: Kreator Lain Ikut Bersuara
Menariknya, beberapa kreator lain mulai muncul dengan cerita serupa, meski belum terverifikasi secara independen. Hal ini membuat isu tersebut berkembang lebih luas dan menambah tekanan terhadap tim Jisoo.
Namun hingga saat ini, baik Jisoo maupun pihak manajemennya belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini.
Salah Paham Logistik atau Masalah Serius?
Dalam industri fashion global, peminjaman outfit untuk pemotretan adalah praktik umum—namun biasanya diikat oleh kontrak ketat terkait durasi dan pengembalian.
Kasus ini bisa saja bermula dari miskomunikasi logistik lintas negara, tetapi diamnya kedua pihak—terutama dari sisi manajemen artis—justru membuka ruang spekulasi yang lebih besar.













