Wartabuana.com | Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi pusat perhatian publik setelah menyampaikan pesan yang dinilai menohok bagi pasangan yang telah bercerai dan memiliki anak. Pernyataan tersebut sontak memicu beragam spekulasi di kalangan warganet karena dianggap berkaitan dengan kehidupan pribadi Sarwendah yang belakangan ramai diperbincangkan.
Dalam unggahan video di media sosialnya, Hotman Paris menyoroti fenomena mantan pasangan yang terlalu sering memamerkan kebahagiaan bersama pasangan baru, terutama ketika anak-anak hasil pernikahan sebelumnya turut dilibatkan dalam berbagai konten.
Menurut Hotman, tindakan tersebut berpotensi melukai perasaan mantan pasangan yang tetap memiliki hubungan emosional sebagai orang tua kandung dari anak-anak tersebut.
“Kalau kebetulan kamu perempuan lebih sukses dari mantan suamimu dan membawa anak dari hubungan dengan mantan suami, janganlah memamerkan kebahagiaan kamu,” ujar Hotman Paris.
Ingatkan Pentingnya Menghormati Perasaan Mantan Pasangan
Lihat postingan ini di Instagram
Hotman menegaskan bahwa meskipun hubungan suami istri telah berakhir, status mantan pasangan sebagai ayah atau ibu kandung tidak akan pernah berubah. Karena itu, ia menilai setiap pihak perlu menjaga sikap dan perasaan satu sama lain demi kebaikan anak-anak.
Menurutnya, menampilkan kemesraan bersama pasangan baru secara berlebihan di media sosial, terlebih dengan melibatkan anak-anak, dapat menimbulkan luka batin bagi mantan pasangan.
“Jangan memamerkan kesuksesan kamu dengan pasangan yang baru dengan juga menampilkan anak-anak kamu karena bisa menyakiti hati mantan suami kamu,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa hubungan darah antara orang tua dan anak harus tetap dihormati meskipun perceraian telah terjadi.
“Biar bagaimana pun mantan suami kamu adalah bapak dari darah anak-anak kamu,” lanjutnya.
Berangkat dari Pengalaman Menangani Kasus Perceraian
Bukan tanpa alasan Hotman menyampaikan pandangan tersebut. Pengacara yang telah puluhan tahun berkiprah di dunia hukum itu mengaku kerap menangani berbagai kasus perceraian dan konflik keluarga yang memiliki pola serupa.
Dari pengalamannya, ia melihat bahwa unggahan di media sosial sering kali menjadi pemicu ketegangan baru antara mantan pasangan yang sebenarnya sudah berpisah.
Hotman juga mengingatkan bahwa publik tidak selalu memberikan respons positif terhadap seseorang yang dianggap terlalu sering mempertontonkan kehidupan barunya setelah perceraian.
“Pasti kau akan dihujat. Janganlah memamerkan di media sosial kebersamaan kamu dengan anak-anak dan pasangan baru,” ujarnya.
Hotman Paris Soroti Pentingnya Kemandirian Finansial Pria
Dalam kesempatan yang sama, Hotman turut membahas pandangannya mengenai peran finansial seorang pria dalam hubungan. Menurutnya, penampilan fisik semata tidak cukup untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab ekonomi.
Ia bahkan membagikan pengalaman saat menangani kasus seorang mantan anggota DPR yang menikah kembali dengan pria berparas tampan.
Namun, hubungan tersebut disebutnya tidak berjalan sesuai harapan karena persoalan ekonomi.
“Suami keduanya ganteng banget, tetapi dalam hitungan bulan minta uang pulsa. Di mana harga diri seorang laki-laki,” ungkap Hotman.
Menurutnya, kestabilan finansial masih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hubungan jangka panjang.
Warganet Kaitkan dengan Sarwendah dan Giorgio Antonio
Meski tidak menyebut nama siapa pun secara langsung, pernyataan Hotman Paris langsung memancing reaksi publik. Banyak warganet menduga pesan tersebut mengarah kepada Sarwendah yang belakangan beberapa kali terlihat melakukan siaran langsung bersama anak-anaknya dan Giorgio Antonio.
Hingga kini, baik Sarwendah maupun pihak terkait belum memberikan tanggapan mengenai spekulasi yang berkembang di media sosial tersebut.
Terlepas dari berbagai dugaan yang muncul, pesan Hotman Paris menyoroti satu hal penting, yakni bagaimana pasangan yang telah berpisah tetap perlu menjaga etika dan sensitivitas terhadap mantan pasangan, terutama ketika anak-anak berada di tengah dinamika hubungan yang baru.













