Wartabuana.com — Aktris Hana Malasan mengungkap sisi paling personal dalam kariernya lewat film Kupeluk Kamu Selamanya. Untuk pertama kalinya memerankan ibu tunggal, ia mengaku peran ini bukan sekadar tantangan akting—melainkan perjalanan emosional yang sangat dekat dengan kehidupannya.
Kembali ke drama, Hana Malasan cari kedalaman emosi

Setelah dikenal lewat sejumlah proyek bergenre aksi, Hana Malasan memutuskan kembali ke jalur drama—genre yang menjadi awal kariernya.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia ingin mengeksplorasi sisi emosional yang lebih dalam sebagai seorang aktris.
“Beberapa tahun terakhir aku banyak di action, tapi aku ingin kembali ke drama yang lebih menyentuh secara batin,” ungkapnya.
Sosok Naya: potret perempuan kuat yang rapuh

Dalam film ini, Hana memerankan Naya, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan anaknya di tengah tekanan hidup.
Karakter ini, menurut Hana, terasa sangat dekat dengan realitas banyak orang—bukan hanya ibu tunggal, tetapi siapa saja yang pernah merasa harus kuat sendirian.
“Naya itu manusia banget. Dia bisa lelah, tapi tetap ingin terlihat kuat, terutama di depan anaknya,” jelasnya.
Ada cerminan diri dalam karakter
Lebih jauh, Hana mengakui adanya kemiripan antara dirinya dengan Naya. Ia merasa memiliki kecenderungan yang sama: memikul beban sendiri, meskipun sebenarnya memiliki dukungan di sekitar.
Hal ini membuat proses pendalaman karakter menjadi lebih jujur dan emosional.
Tantangan akting: emosi yang harus ‘terasa’, bukan sekadar terlihat

Berbeda dengan film aksi yang menuntut fisik, peran drama ini mengharuskan Hana bermain dengan emosi yang kompleks dan berlapis.
Ia harus menghadirkan rasa takut kehilangan, kesepian, hingga tekanan batin—tanpa selalu menampilkannya secara eksplisit.
“Yang sulit adalah bagaimana semua emosi itu terasa, tapi tetap terlihat ‘baik-baik saja’ di depan anaknya,” ujarnya.
Terinspirasi dari sosok ibu yang telah berpulang
Yang membuat peran ini semakin dalam, Hana mengaku banyak mengambil inspirasi dari sosok ibunya yang telah meninggal dunia.
Pengalaman personal tersebut menjadi fondasi emosional dalam membangun karakter Naya, menjadikan perannya terasa lebih autentik.
“Ada bagian dari ibu saya dalam karakter ini. Itu yang membuat semuanya terasa sangat dekat,” ungkap Hana.
Peran yang bukan sekadar akting, tapi perjalanan batin
Lewat Kupeluk Kamu Selamanya, Hana Malasan tidak hanya menunjukkan kualitas akting, tetapi juga menghadirkan perjalanan batin yang menyentuh.
Peran ini menjadi bukti bahwa di balik gemerlap dunia selebriti, ada cerita personal yang turut membentuk setiap karakter yang dihidupkan di layar.













