Wartabuana.com — Momen yang lama dinanti akhirnya terjadi. Denada Tambunan dan putranya, Ressa Rizky Rossano, resmi bertemu dalam suasana penuh haru di kawasan Jakarta Selatan, 19 Maret 2026—sebuah pertemuan yang langsung menyita perhatian publik dan mengundang empati.
Pertemuan pertama yang penuh air mata
Pertemuan tersebut dikonfirmasi oleh manajer Denada, Risna Ories, yang turut hadir mendampingi sang penyanyi. Sementara Ressa datang bersama sang kakak, Sheila.
Untuk memastikan suasana tetap kondusif, pertemuan ini juga melibatkan seorang psikolog sebagai pihak netral.
Menurut Risna, suasana haru langsung terasa sejak awal.
“Begitu masuk ke ruangan, Dena langsung peluk anaknya. Ressa juga peluk ibunya dan mereka nangis bareng,” ungkapnya.
Tak hanya Denada dan Ressa, Risna dan Sheila pun ikut terbawa emosi melihat momen tersebut.
Pelukan yang tertunda selama 24 tahun

Momen tersebut menjadi sangat emosional karena Denada akhirnya bisa mengakui dan memeluk anaknya setelah puluhan tahun memendam perasaan.
Sepanjang pertemuan, keduanya disebut tak berhenti berpelukan dan saling menatap dengan penuh kerinduan.
“Ada rasa rindu di mata Dena. Ressa juga terlihat lega banget,” tambah Risna.
Pertemuan ini bukan sekadar temu biasa, tetapi menjadi titik penting dalam hubungan ibu dan anak yang selama ini terpisah oleh situasi yang kompleks.
Alasan Denada selama ini memilih diam
Dalam pertemuan tersebut, Denada juga mengungkapkan alasan mengapa ia baru berani jujur sekarang. Ia mengaku telah lama ingin terbuka, namun diliputi rasa takut.
Ketakutan akan reaksi Ressa—mulai dari kecewa, marah, hingga penolakan—membuatnya menahan diri. Selain itu, ia juga melihat sang anak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik, sehingga memilih tidak mengganggu.
Pengakuan ini menjadi bagian penting dari proses rekonsiliasi yang kini mulai terjalin.
Bahas masa depan, Denada tawarkan tinggal bersama

Tak hanya bernostalgia, pertemuan itu juga membahas masa depan Ressa. Denada bahkan menawarkan agar putranya bisa tinggal bersamanya.
Respons Ressa pun terbilang positif, meski belum memberikan keputusan final.
“Iya, insya Allah nanti Ressa pikirkan ya Bu,” ujar Ressa, seperti ditirukan Risna.
Pernyataan tersebut memberi sinyal adanya harapan baru bagi hubungan keduanya ke depan.
Awal baru hubungan ibu dan anak
Pertemuan Denada dan Ressa menjadi babak baru yang penuh harapan. Setelah puluhan tahun terpisah, keduanya kini mulai membuka ruang untuk saling mengenal lebih dekat.
Kisah ini tak hanya menyentuh sisi emosional publik, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya keberanian untuk jujur dan memperbaiki hubungan keluarga, meski waktu telah lama berlalu.
(Al / artwork: Ig@denadaindonesia)













