Wartabuana.com — Penyanyi dan penulis lagu asal Bali, Assia Keva, kembali menghadirkan warna baru dalam karya musiknya dengan merilis versi intim dari EP Forevermore melalui format live piano yang lebih personal dan emosional.
Kembali ke akar musikal lewat format minimalis

Setelah merilis EP Forevermore pada Oktober tahun lalu, Assia Keva kini memperkenalkan tiga lagu pilihannya dalam balutan baru bertajuk forevermore, but it’s just me and piano. Lagu “Baby July”, “Can We Be Friends Again?”, dan “Looking for Love in Wrong Places” dihadirkan ulang dalam aransemen sederhana yang hanya mengandalkan vokal dan piano.
Proyek ini dikerjakan bersama musisi Kevin Suwandhi dan direkam secara live di DeBeat Music Studio, menghadirkan nuansa yang lebih jujur tanpa banyak lapisan produksi.
Ruang emosi yang lebih dekat dengan pendengar

Dalam keterangan resminya, Assia Keva mengungkapkan bahwa konsep minimalis ini bukan sekadar eksperimen, melainkan perjalanan personal untuk kembali ke akar musikalnya.
“Aku besar dengan bernyanyi secara akustik, jadi membuat versi piano ini adalah pilihan yang sangat personal buatku. Ini semacam caraku kembali ke akar,” ungkapnya.
Dengan menyederhanakan aransemen, ia ingin memberi ruang bagi pendengar untuk lebih fokus pada kekuatan lirik dan melodi. Hasilnya, lagu-lagu tersebut terasa lebih ringan namun justru semakin kuat dalam menyampaikan emosi.
Strategi artistik yang relevan di era digital
Langkah Assia Keva merilis ulang lagu dalam format live piano juga mencerminkan tren industri musik saat ini, di mana versi akustik atau stripped-down semakin diminati karena menghadirkan keaslian.
Selain tersedia di berbagai platform streaming digital, proyek ini juga dirilis dalam format video yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Assia Keva, memperkuat koneksi visual dan emosional dengan pendengar.
(Ib / artwork: Ist)













