Wartabuana.com |
Kawasan perdagangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, bersiap menjalani pembenahan besar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan penataan dilakukan secara bertahap dengan tetap melindungi mata pencaharian pedagang dan masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Penataan meliputi pengaturan parkir, penertiban aktivitas ilegal, penanganan premanisme, pengelolaan sampah, hingga pembenahan fasilitas umum di sejumlah blok perdagangan.
Keputusan itu disampaikan Pramono seusai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Tingkat Kecamatan di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Kamis (5/11/2026).
Parkir Liar hingga Premanisme Jadi Sasaran
Pramono menyebut pembenahan akan menyasar kawasan perdagangan Blok A, B, C, D, E, dan F. Pemprov DKI akan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Perumda Pasar Jaya, serta Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Selain ketertiban kawasan, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian melalui pengembangan fasilitas TPS3R.
Namun, Pramono menegaskan penertiban tidak boleh dilakukan secara berlebihan tanpa memberikan solusi bagi masyarakat terdampak.
Menurutnya, pedagang harus tetap memiliki kesempatan mencari nafkah agar persoalan ketertiban tidak kembali terulang.
Kali Krukut hingga Petamburan Jadi Perhatian
Selain Tanah Abang, rapat tersebut membahas pengendalian banjir di sejumlah wilayah, termasuk Karet Tengsin, Petamburan, dan Bendungan Hilir.
Pemprov DKI merencanakan pemasangan turap (sheet pile) dan parapet di Kali Krukut, pengadaan pompa air bergerak, serta pengerukan sedimentasi dan perbaikan saluran mikro.
Untuk keselamatan pejalan kaki di Jalan Kampung Bali XXV, pemerintah akan mengkaji penyesuaian lebar jalan dan kemungkinan penerapan sistem satu arah. Pembangunan trotoar juga harus mempertimbangkan fungsi saluran air.
Sekolah Terpadu Petamburan Ditargetkan Rampung 2029
Di sektor pendidikan, Pramono mengarahkan pembangunan sekolah negeri terpadu di Petamburan untuk memenuhi kebutuhan SMP negeri.
Rencana tersebut menggabungkan sejumlah lahan pendidikan menjadi kawasan seluas sekitar 6.900 meter persegi. Bangunan dirancang memiliki lima hingga enam lantai dan dilengkapi fasilitas olahraga.
Proyek diharapkan masuk anggaran 2027 dan rampung pada 2028 atau paling lambat 2029.
Pemprov DKI juga tengah memfinalisasi kebijakan sekolah swasta gratis bersama DPRD sebelum diumumkan kepada masyarakat.
Sementara itu, Camat Tanah Abang Dwiarti Indriani Utami menyatakan jajarannya siap menindaklanjuti arahan gubernur, termasuk menyiapkan fasilitas pendukung sebelum merangkul masyarakat dalam program penataan.
Melalui pendekatan bertahap, Pemprov DKI berharap Tanah Abang menjadi kawasan perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan aman tanpa menghilangkan sumber penghidupan masyarakat.












