Wartabuana.com | Rajin menyikat gigi belum tentu membuat warna gigi terlihat putih. Jika setelah rutin membersihkan gigi warnanya masih tampak kekuningan, kondisi tersebut tidak selalu berarti gigi kotor.
Warna gigi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari noda makanan dan minuman hingga struktur alami gigi. Kopi dan teh, misalnya, dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi.
Kenapa Gigi Bersih Tetap Bisa Terlihat Kuning?
Warna gigi tidak hanya ditentukan oleh lapisan terluarnya. Enamel bersifat agak transparan sehingga warna dentin di bawahnya ikut terlihat. Dentin sendiri secara alami memiliki warna kekuningan.
Selain itu, bagaimana enamel dan dentin menyerap serta memantulkan cahaya turut memengaruhi warna yang terlihat oleh mata.
Karena itu, membersihkan noda permukaan dan mengubah warna alami gigi merupakan dua hal berbeda. Perawatan untuk membuat gigi tampak lebih putih pun memiliki mekanisme yang tidak sama.
Pengangkatan noda berfokus pada pigmen yang menempel di permukaan. Sementara bleaching menggunakan bahan tertentu, seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida, untuk menguraikan senyawa penyebab perubahan warna.
Ada pula pendekatan optical whitening yang memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk mengurangi tampilan kekuningan secara visual.
Koreksi Warna Optik Jadi Alternatif untuk Tampilan Lebih Putih
Penelitian dalam Journal of Dentistry menjelaskan bahwa bahan koreksi warna tertentu dapat memengaruhi sifat optik permukaan gigi ketika berinteraksi dengan cahaya. Efek tersebut berpotensi membuat gigi tampak lebih putih.
Pendekatan serupa digunakan dalam usmile Optical White melalui teknologi Natural Purple Corrector. Warna ungu dan biru digunakan untuk membantu mengurangi kesan kekuningan secara visual.
Produk tersebut juga mengandung papain, enzim proteolitik yang membantu memecah protein. Kandungan ini ditujukan untuk membantu membersihkan noda permukaan yang dapat melekat pada lapisan protein alami di gigi.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Young Pharmacists juga meneliti penggunaan papain dan bromelain dalam formulasi pasta gigi untuk membantu mengangkat noda permukaan. Namun, efektivitas produk tetap bergantung pada formulasi secara keseluruhan.
Jangan Lupakan Kesehatan Mulut
Mengejar tampilan gigi lebih putih sebaiknya tetap dibarengi kebiasaan menjaga kesehatan mulut. WHO menyebut sebagian besar kondisi penyakit gigi dan mulut dapat dicegah serta ditangani sejak dini.
Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala tetap menjadi dasar perawatan.
Dengan memahami perbedaan antara noda permukaan, warna alami gigi, bleaching, dan koreksi warna optik, konsumen dapat lebih tepat memilih produk sesuai kebutuhan tanpa menganggap gigi kekuningan selalu berarti kurang bersih.













