Wartabuana.com | Rosé BLACKPINK kembali mencuri perhatian bukan karena penampilan panggung, melainkan keputusan bisnis yang disebut bernilai fantastis.
Penyanyi kelahiran 1997 itu dilaporkan menolak tawaran iklan sekitar 10 miliar won atau lebih dari Rp100 miliar dari sebuah merek minuman teh asal China.
Kabar tersebut pertama kali diberitakan sejumlah media Korea dengan mengutip The Korea Herald dan sumber industri. Tawaran itu disebut ditujukan untuk menjadikan Rosé sebagai wajah kampanye ekspansi merek tersebut ke pasar internasional.
Namun, Rosé dikabarkan memilih tidak mengambil tawaran tersebut. Hingga kini, pihak Rosé maupun agensinya belum memberikan konfirmasi resmi mengenai nominal maupun alasan penolakan tersebut.
Bukan Sekadar Soal Uang
Keputusan Rosé semakin menjadi sorotan karena pada saat yang hampir bersamaan, rencana kolaborasinya dengan sebuah merek sampanye ternama juga disebut gagal terealisasi.
Negosiasi proyek tersebut dilaporkan berlangsung hampir satu tahun, termasuk rencana menghadirkan edisi khusus dengan nama Rosé. Namun, kerja sama itu akhirnya tidak berlanjut setelah pihak Rosé dikabarkan kurang puas dengan desain botol yang diajukan.
Sejumlah pengamat industri menilai dua keputusan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kendali Rosé terhadap penggunaan nama dan citranya.
Ia disebut tidak lagi sekadar mengejar nilai kontrak, tetapi mempertimbangkan apakah sebuah produk benar-benar sesuai dengan identitas serta standar estetika yang ingin dibangunnya.
“APT.” Mengubah Posisi Rosé
Kekuatan tawar Rosé memang meningkat pesat sejak kesuksesan global “APT.” bersama Bruno Mars. Lagu tersebut memperluas pengaruhnya sebagai solois dan membuat namanya semakin kuat sebagai figur global, terlepas dari statusnya sebagai member BLACKPINK.
Dengan posisi tersebut, keputusan menolak tawaran bernilai fantastis justru memperlihatkan satu hal: Rosé kini memiliki keleluasaan untuk memilih proyek yang benar-benar sesuai dengan standar dan arah kariernya.













