Wartabuana.com | Film Seni Merayu Tuhan mendapat dukungan dari sejumlah tokoh lintas agama yang menilai kisah pencarian spiritual dan toleransi dalam film tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Film terbaru persembahan Wahana Kreator Nusantara itu diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar berjudul Seni Merayu Tuhan. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang pemuda yang mencari makna hidup sekaligus mencoba memahami hubungannya dengan Tuhan.
Angkat Kisah Cinta Beda Agama
Nilai keberagaman menjadi salah satu kekuatan film. Hal itu tergambar melalui karakter Hikmah dan Sophia yang diperankan Ari Irham dan Lutesha.
Keduanya menghadirkan dilema pasangan beda agama yang berusaha memahami proses pendewasaan diri, sekaligus belajar menghormati keyakinan masing-masing.
Habib Jafar mengatakan film ini lahir dari semangat kerja bersama orang-orang yang menjunjung toleransi.
“Film ini dibuat dan didukung penuh oleh orang-orang yang memang toleran,” ujar Habib Jafar.
Pandangan positif juga disampaikan Pendeta Tommy Simanjuntak. Menurutnya, film tersebut berani mengangkat pencarian manusia terhadap Tuhan sebagai sebuah perjalanan yang tidak selalu memiliki satu jawaban.
Sementara Bhante Dira melihat Seni Merayu Tuhan sebagai karya seni yang dapat membuka ruang perenungan melalui beragam perspektif.
Dukungan lintas agama itu terlihat dalam acara nonton bersama di XXI Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). Hadir sejumlah tokoh dari Islam, Katolik, Buddha hingga Konghucu, bersama jajaran pemain dan pembuat film.
Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
Film ini tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.













