Wartabuana.com | Upaya menjaga keberlangsungan wayang orang tidak hanya dilakukan melalui pementasan di atas panggung. Dokumentasi tertulis terhadap naskah karya para maestro kini digagas sebagai langkah untuk mempertahankan mata rantai pengetahuan seni pertunjukan tradisional bagi generasi mendatang.
Gagasan tersebut diwujudkan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan melalui penelitian dan penyusunan Buku Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro. Proses penelitian berlangsung pada 21–25 September 2026 di Surakarta.
Ketua Pelaksana Survei Data dan Penelitian, Eddie Karsito, mengatakan dokumentasi naskah penting untuk membuka akses terhadap pakem wayang orang, khususnya bagi generasi muda dan peneliti.
50 Naskah dari Empat Maestro

Proyek tersebut menargetkan kodifikasi dan penerbitan 50 naskah pertunjukan karya empat maestro, yakni Ki Asmorohadi, Ki Manteb Soedarsono, Ki Tristuti Rahmadi, dan R.Ng. Undung Wiyono Praja Sasmita.
Menurut penanggung jawab survei dan penelitian, Undung Wiyono, penyelamatan naskah menjadi semakin mendesak karena sebagian maestro telah berpulang. Selain menjadi dokumentasi sejarah, naskah memuat struktur adegan, bahasa sastrawi, diksi, hingga dramaturgi yang menjadi bagian penting dari pertunjukan wayang orang.
Selama ini, sebagian besar pengetahuan wayang orang diwariskan melalui tradisi lisan dari guru kepada murid. Karena itu, dokumentasi tertulis dinilai dapat menjadi sumber rujukan yang lebih mudah diakses.
Tak Sekadar Buku, tetapi Jembatan Antargenerasi

Edy Sulistiono, S.Sn., menyebut penerbitan naskah tersebut sebagai bagian dari eksplorasi, penelitian, dan revitalisasi warisan budaya. Buku nantinya mengulas historiografi, perkembangan, bentuk pertunjukan, hingga relevansi wayang orang dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Seniman Wayang Orang RRI Surakarta, Ali Marsudi, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, dokumentasi naskah dapat membuka ruang literasi agar wayang orang tidak hanya dikenal melalui pertunjukan visual, tetapi juga dipahami melalui narasi tekstual.
Dua Jilid, Bisa Diakses Secara Digital
Buku Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro direncanakan terbit dalam dua jilid, masing-masing memuat 25 naskah terpilih.
Edisi cetak akan diterbitkan secara terbatas, sementara akses yang lebih luas disiapkan melalui format E-Book di situs resmi Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengetahuan wayang orang sekaligus memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Nusantara kepada generasi baru.












