SELEBRITIS

Lenny Ivylen 26 Tahun di Fashion, Kini Punya Impian Main Film

×

Lenny Ivylen 26 Tahun di Fashion, Kini Punya Impian Main Film

Share this article

Wartabuana.com |

Nama Lenny Ivylen mungkin tak sesering terdengar di panggung hiburan, tetapi kiprahnya sebagai perancang busana telah membentang selama 26 tahun. Menariknya, setelah lama berkutat di industri fashion, perempuan asal Malang ini kini menyimpan impian baru: bermain film.

Dari ESMOD hingga Panggung Fashion Nasional

Lenny mulai serius menekuni dunia mode setelah menyelesaikan pendidikan di ESMOD pada 2000. Kecintaannya terhadap seni dan fashion sejak kecil membuatnya memilih berada di balik layar sebagai perancang, bukan menjadi model di atas catwalk.

Kariernya bermula dari melayani pelanggan lokal di Malang, Jawa Timur. Seiring waktu, karya Lenny berkembang hingga menjangkau berbagai daerah di luar Jawa.

Ia juga pernah menggelar show tunggal dengan melibatkan sekitar 60 model dalam rangkaian pertunjukan di Jakarta, Surabaya, dan Malang. Sejumlah nama populer seperti Catherine Wilson, Indah Kalalo, Karenina, Dinna Olivia, Sigi Wimala, Peggy Melati Sukma, hingga Maudy Koesnaedi pernah terlibat dalam pergelaran tersebut.

Lenny juga tercatat ambil bagian dalam ESMOD Roadshow, Surabaya Fashion Parade, Bali Fashion Week, serta berbagai event mode di Malang. Pada awal 2000-an, ia bahkan dipercaya merancang busana untuk Peggy Melati Sukma dan Maudy Koesnaedi.

Soroti Munculnya Desainer Muda

Memasuki era baru industri fashion, Lenny melihat semakin banyak desainer muda berbakat. Namun, ia menilai karakter dan konsep desain menjadi tantangan tersendiri.

Menurutnya, profesi desainer pada masa lalu memiliki proses dan persyaratan yang cukup ketat. Ia pun berharap generasi baru tetap membangun karakter kuat dalam setiap karya.

Kini, selain ingin terus berkembang sebagai pebisnis fashion, Lenny ternyata memiliki satu impian lain.

Ingin main film mas, aku berharap banget masih ada kesempatan di usia yang gak muda. Tapi penampilan tetap anak kuliahan kan mas,” ujar perempuan kelahiran Malang, 5 Juni 1978 itu sambil tertawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *