RAGAM

Lomba Fotografi Nasional Sekolah Rakyat Dibuka, Saatnya Abadikan Semangat Pendidikan Indonesia

×

Lomba Fotografi Nasional Sekolah Rakyat Dibuka, Saatnya Abadikan Semangat Pendidikan Indonesia

Share this article

Wartabuana.com | Semangat pendidikan kini menjadi inspirasi bagi para pecinta fotografi di seluruh Indonesia. Lomba dan Pameran Fotografi Nasional “Sekolah Rakyat: Menangkap Asa, Mengabadikan Perubahan” resmi dibuka sebagai ajang mengabadikan kisah perjuangan, harapan, dan perubahan melalui lensa kamera.

Kompetisi yang diselenggarakan Majalah Fotografi MATA dan PT Basik bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI serta didukung Asosiasi Fotografer Indonesia (AFI) ini terbuka bagi fotografer profesional, jurnalis foto, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum tanpa dipungut biaya.

Juri Utamakan Cerita, Bukan Sekadar Foto Indah

Ketua Dewan Juri, Arbain Rambey, menegaskan penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas teknis, tetapi juga pada kekuatan cerita, orisinalitas, dan emosi yang mampu disampaikan sebuah foto. Menurutnya, karya terbaik adalah foto yang mampu menggambarkan semangat belajar, perjuangan guru, serta harapan anak-anak Indonesia dalam menggapai masa depan.

Senada, fotografer Hendra Lesmana menilai setiap sudut Sekolah Rakyat menyimpan kisah kemanusiaan yang layak diabadikan. Ia mengingatkan peserta bahwa kamera mahal bukan penentu kemenangan, melainkan kreativitas dan kepekaan menangkap momen yang bermakna.

Empat Kategori dan Kesempatan Dipamerkan di TIM

Lomba mempertandingkan kategori Foto Jurnalistik, Human Interest, Foto Esai, dan Foto Kreatif. Peserta dapat mengirim maksimal lima karya, sementara kategori esai terdiri dari lima hingga sepuluh foto dalam satu rangkaian cerita.

Sebanyak 100 karya terbaik akan dipamerkan dalam Pameran Fotografi Nasional Sekolah Rakyat di Galeri Cipta I, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, sebagai dokumentasi visual perjalanan transformasi pendidikan Indonesia.

Pendaftaran berlangsung 13–17 Juli 2026, dengan batas akhir pengiriman karya pada 17 Juli 2026 pukul 17.00 WIB, sedangkan pemenang diumumkan pada 19 Juli 2026. Penyelenggara berharap kompetisi ini melahirkan arsip visual yang tidak hanya artistik, tetapi juga mampu menginspirasi publik tentang pentingnya akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *