NEWS

Jakarta Kreatif Festival 2026 Resmi Dibuka, Pramono Anung Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Jakarta

×

Jakarta Kreatif Festival 2026 Resmi Dibuka, Pramono Anung Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Jakarta

Share this article

Wartabuana.com | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Sabtu (4/7). Mengusung tema “A Creative Movement for a Sustainable Global City”, festival yang berlangsung selama 4–5 Juli 2026 ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pembangunan menuju kota global.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, JKF 2026 juga menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, hingga masyarakat untuk memperkuat daya saing ekonomi Jakarta.

JKF Jadi Ruang Kolaborasi Menuju Kota Global

Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku UMKM, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, media, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi yang inklusif, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global.

JKF menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Pramono.

Target Masuk 50 Kota Global pada 2030

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat transformasi agar Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota global pada 2030.

Menurutnya, strategi pembangunan ekonomi kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa. Pemerintah juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi kreatif, sektor sports and lifestyle, serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memberikan dukungan agar seluruh potensi tersebut berkembang secara optimal,” kata Pramono.

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif, UMKM Jadi Tulang Punggung

Dalam kesempatan itu, Pramono juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja positif.

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tercatat tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Tak hanya itu, Jakarta juga menyumbang sekitar 38 persen transaksi QRIS nasional serta didukung oleh 422.261 pelaku UMKM yang menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi daerah.

Menurut Pramono, capaian tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat, terutama melalui inovasi dan digitalisasi yang terus diperluas.

Program JakPreneur Terus Diperkuat

Untuk meningkatkan daya saing UMKM, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan program JakPreneur melalui peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga transformasi digital.

Pramono menegaskan pemerintah ingin memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta maupun nasional.

Rekor MURI Warnai Jakarta Kreatif Festival 2026

Salah satu momen menarik dalam penyelenggaraan JKF 2026 adalah diraihnya Rekor MURI untuk kategori Pajangan Hasil Pertanian Perkotaan dengan Jenis Terbanyak.

Penghargaan tersebut diraih berkat partisipasi 157 petani perkotaan yang menampilkan 64 jenis komoditas pertanian, sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi di Jakarta tidak hanya berkembang di sektor industri kreatif, tetapi juga pada pertanian perkotaan.

Pramono berharap semangat kolaborasi tersebut terus tumbuh sebagai kekuatan Jakarta dalam membangun kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

BI Targetkan Transaksi JKF 2026 Capai Rp40 Miliar

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan Jakarta Kreatif Festival merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang difokuskan pada pengembangan tiga sektor utama, yakni olahraga, musik, dan film.

Sebanyak 67 lembaga dan instansi berpartisipasi dalam penyelenggaraan JKF 2026 untuk memperluas akses pembiayaan, promosi, serta pasar bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

Melalui berbagai program seperti business matching, QRIS Jelajah Indonesia, dan edukasi kebanksentralan, Bank Indonesia menargetkan total transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 mencapai Rp40 miliar.

Bank Indonesia Perkuat Digitalisasi dan UMKM

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengapresiasi sinergi antara Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, Jakarta Kreatif Festival membuktikan bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan seiring dalam mendorong pertumbuhan sektor riil.

Bank Indonesia, kata Filianingsih, akan terus memperkuat ekosistem UMKM, mendorong inovasi ekonomi kreatif, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap penggunaan sistem pembayaran digital dan produk-produk lokal.

JKF 2026 Jadi Simbol Transformasi Jakarta

Jakarta Kreatif Festival 2026 bukan sekadar perayaan kreativitas, melainkan simbol transformasi ibu kota menuju kota global yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, komunitas kreatif, serta masyarakat, festival ini diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *