Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan dukungan serius terhadap pengembangan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bahkan, Pemprov DKI membuka peluang penyediaan lahan seluas lima hingga delapan hektare untuk pembangunan sekolah berasrama yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, pada Jumat (3/7).
Menurut Pramono, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran strategis dalam membuka kesempatan hidup yang lebih baik sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Tidak ada yang boleh tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Pramono.
Pendidikan Jadi Senjata Memutus Rantai Kemiskinan
Komitmen Pemprov DKI Jakarta terhadap sektor pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap Sekolah Rakyat. Berbagai program bantuan pendidikan juga terus diperluas agar semakin banyak warga yang dapat mengakses pendidikan secara layak.
Pada 2026, Pemprov DKI menyalurkan bantuan melalui Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I kepada 707.477 peserta didik. Selain itu, sebanyak 15.825 mahasiswa menerima manfaat Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), sementara Program Pemutihan Ijazah Tahap I telah menjangkau 2.026 peserta didik.
Di SRMA 10 Jakarta Selatan sendiri, sebanyak 90 siswa tetap mendapatkan manfaat KJP Plus sebagai bagian dari dukungan pendidikan yang berkelanjutan.
Pramono mengungkapkan bahwa dirinya memahami betul pentingnya akses pendidikan karena pernah merasakan langsung manfaat bantuan pendidikan saat menempuh sekolah.
“Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Kalau dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Karena itu, saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya.
DKI Siap Dukung Sekolah Rakyat Berasrama

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk mengkaji penyediaan lahan yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berasrama.
Jika terealisasi, sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.
“Jika memungkinkan, kami akan menyiapkan lahan sekitar lima hingga delapan hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat berasrama bagi sekitar 1.000 siswa di Jakarta. Kami berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Pramono.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menciptakan pemerataan kesempatan pendidikan di ibu kota.
Kemensos Apresiasi Dukungan Pemprov DKI
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta terhadap program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur Pramono Anung yang selama ini terus berkolaborasi agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik. Kami juga menyambut baik kesiapan Pemprov DKI untuk mendukung tambahan sekolah rintisan yang dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta,” ujarnya.
Jakarta Siapkan 10 Lokasi Sekolah Rakyat
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pada tahap awal, Sekolah Rakyat di Jakarta memanfaatkan aset pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk digunakan sebagai sekolah rintisan.
Saat ini, sekitar 10 lokasi telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Delapan lokasi di antaranya sedang menjalani proses renovasi agar siap digunakan dalam waktu dekat.
Beberapa lokasi yang tengah dipersiapkan antara lain gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Pejompongan, serta kawasan Marunda dan Curug.
Menurut Saifullah, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah yang semakin kuat, Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih kompetitif, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.













