Wartabuana.com | Indosiar kembali menggelar kompetisi dangdut terbesar di Indonesia melalui D’Academy 8. Setelah mencetak prestasi luar biasa pada musim sebelumnya, ajang pencarian bakat yang telah bertahan selama 15 tahun ini kini hadir dengan konsep yang lebih megah, teknologi panggung yang lebih modern, serta sederet inovasi yang disiapkan untuk memanjakan jutaan penggemarnya.
Optimisme tinggi menyelimuti penyelenggaraan musim kedelapan tersebut. Indosiar bahkan meyakini D’Academy 8 berpotensi melanjutkan dominasi sebagai salah satu program hiburan paling sukses di televisi nasional sekaligus platform digital.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, menegaskan bahwa berbagai pembaruan telah dipersiapkan demi menjaga loyalitas pemirsa sekaligus memperkuat posisi D’Academy sebagai kompetisi dangdut paling prestisius di Tanah Air.
“Kompetisi D’Academy 8 akan semakin fenomenal karena beragam hal baru juga akan hadir demi menjaga loyalitas pemirsa dan memperkokoh raihan audience share,” ujar Harsiwi Achmad di SCTV Tower, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Lebih dari 9.500 peserta berebut tiket menuju panggung utama

Antusiasme masyarakat terhadap D’Academy 8 terlihat sejak proses audisi yang berlangsung pada April hingga Mei 2026. Sebanyak lebih dari 9.500 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi melalui jalur online maupun offline yang digelar di delapan kota besar Indonesia.
Dari ribuan peserta tersebut, hanya talenta-talenta terbaik yang berhasil melaju ke babak Final Audition. Tahapan ini menjadi pintu gerbang menuju kompetisi utama sekaligus kesempatan emas untuk menunjukkan kualitas vokal di hadapan para juri dan jutaan pemirsa.
Babak Final Audition D’Academy 8 mulai tayang pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026 setiap pukul 19.00 WIB. Sementara para peserta yang lolos akan diperkenalkan secara resmi melalui Welcome Concert yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli mendatang.
Panggung lebih mewah, teknologi lebih canggih, budaya lokal tetap jadi identitas
Tak hanya berfokus pada kualitas peserta, Indosiar juga melakukan peningkatan besar dari sisi produksi. D’Academy 8 akan menghadirkan desain panggung yang lebih megah dengan dukungan tata cahaya dan teknologi visual yang lebih modern.
Menariknya, unsur budaya Indonesia tetap dipertahankan sebagai identitas utama program. Perpaduan konsep tradisional dan sentuhan modern diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Indosiar untuk menjaga karakter khas D’Academy sekaligus mengikuti perkembangan tren industri hiburan televisi yang semakin kompetitif.
Deretan juri bintang hingga juri AI kembali meramaikan kompetisi

Musim terbaru ini kembali menghadirkan jajaran juri yang sudah tidak asing bagi pencinta dangdut. Kursi penilaian akan ditempati oleh King Nassar, Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora.
Selain para juri utama, karakter juri berbasis kecerdasan buatan bernama Cinta juga kembali hadir. Kehadiran Cinta selama beberapa musim terakhir menjadi warna tersendiri berkat komentar unik dan celetukan yang sering mengundang tawa.
Sementara itu, para peserta akan mendapatkan pendampingan dari pelatih vokal Fildan dan Melly Lee. Dukungan juga datang dari alumni sukses D’Academy seperti Sridevi DA dan Afan DA yang dipercaya menjadi mentor sekaligus motivator bagi para akademia.
D’Academy 7 pecahkan rekor, jadi modal besar musim kedelapan
Kepercayaan diri Indosiar menyambut D’Academy 8 bukan tanpa alasan. Musim sebelumnya mencatatkan performa yang sangat impresif di industri televisi Indonesia.
Menurut Harsiwi Achmad, D’Academy 7 berhasil meraih rating 5,4 dengan audience share mencapai 27 persen. Angka tersebut menjadikannya salah satu program non-olahraga dengan performa terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, berdasarkan data internal yang dipaparkan, D’Academy mendominasi daftar program televisi dengan performa tertinggi selama 15 tahun terakhir.
“Ternyata DA7 mencapai rating 5,4 dan audience share 27. Bisa dibayangkan saat kita tayangkan performanya sangat luar biasa. Kalau kita running program TV non-sport ternyata itu DA semua. Top 20 program dari 15 tahun terakhir ternyata juga DA7,” kata Harsiwi.
Tak hanya berjaya di TV, D’Academy juga meledak di media sosial
Fenomena D’Academy ternyata tidak hanya terjadi di layar televisi. Program ini juga berhasil membangun komunitas digital yang sangat besar.
Harsiwi mengungkapkan total penayangan D’Academy 7 di berbagai platform mencapai miliaran views. Interaksi pengguna media sosial, unggahan video pendek, hingga konten buatan penggemar ikut memperluas jangkauan program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan D’Academy menunjukkan bahwa dangdut masih memiliki daya tarik luar biasa dan mampu menjangkau berbagai generasi, baik melalui televisi maupun platform digital.
Dari panggung kompetisi menuju bintang industri hiburan
Lebih dari sekadar mencari penyanyi berbakat, D’Academy telah menjadi wadah lahirnya sejumlah artis dangdut populer yang kini sukses berkarier di industri hiburan.
Program ini dikenal dengan konsep transformasi “from zero to hero”, di mana peserta yang awalnya tidak dikenal publik mampu berkembang menjadi penyanyi profesional, artis televisi, hingga brand ambassador berbagai produk.
Keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa D’Academy bukan hanya kompetisi, melainkan juga sarana pembinaan talenta dangdut masa depan Indonesia.
Dengan bekal kesuksesan musim sebelumnya, dukungan sponsor besar, serta berbagai inovasi yang telah disiapkan, D’Academy 8 kini bersiap membuka babak baru dalam perjalanan panjang ajang pencarian bakat dangdut paling berpengaruh di Indonesia.













