Wartabuana.com | #FilmCLBK, #CintaLamaBabakKedua, #CLBKtayang2Juli2026, #SlametRahardjo, #Widyawati, #SintyaMarisca, #IvanderTedjasukmana, #filmromantisIndonesia, #filmdramaromantisIndonesia, #MIRProductions,Membangun chemistry sebagai pasangan di layar ternyata tidak selalu berjalan mulus. Aktor Iskak Khivano bahkan mengaku sempat dibuat frustrasi saat berusaha mengenal lawan mainnya, Sintya Marisca, dalam proses persiapan film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua). Penyebabnya cukup sederhana, namun menggelitik: pesan singkat yang ia kirim nyaris tak pernah mendapat balasan dengan cepat.
Cerita di balik layar itu diungkapkan keduanya saat konferensi pers film CLBK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026). Momen tersebut pun mengundang tawa para awak media karena memperlihatkan bagaimana proses membangun kedekatan antarpemain tidak selalu semulus yang terlihat di layar lebar.
Iskak Khivano Sampai Curhat ke Sutradara
Khiva mengaku sempat kebingungan mencari cara agar hubungan dengan Sintya terasa lebih natural. Sebagai pasangan dalam film, ia merasa komunikasi di luar lokasi syuting menjadi bagian penting untuk membangun kenyamanan saat berakting.
“Bukan hoaks bahwa saya susah sekali menghubungi Sintya Marisca. Sampai saya curhat ke sutradara, ‘Ini gimana ya? Kan gue harus dekat (untuk peran)‘,” ujar Khiva sambil tertawa.
Pengakuan tersebut sontak menjadi salah satu momen paling menghibur dalam sesi konferensi pers, sekaligus memperlihatkan keseriusan Khiva dalam mempersiapkan perannya.
Sintya Marisca Akui Memang Lambat Membalas Pesan
Mendengar cerita sang lawan main, Sintya Marisca langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bukan sengaja mengabaikan pesan Khiva, melainkan memang memiliki kebiasaan membalas chat cukup lama karena padatnya aktivitas.
“Bukan tidak dibalas, tapi belum dibalas. Memang Sintya Marisca kalau chat agak lama, harus lewat DM Instagram biar lebih cepat,” ujar Sintya sambil berseloroh.
Jawaban tersebut kembali memancing gelak tawa para tamu yang hadir, sekaligus memperlihatkan keakraban yang kini telah terjalin di antara keduanya.
Pilih Bertemu Langsung, Bukan Sekadar Berkirim Pesan
Merasa komunikasi lewat ponsel tidak terlalu efektif, Khiva akhirnya mengambil langkah yang lebih personal. Ia mengajak Sintya bertemu langsung agar keduanya bisa saling mengenal karakter masing-masing sebelum kamera mulai bergulir.
Menurut Khiva, pertemuan tersebut bukanlah agenda romantis, melainkan bagian dari proses kreatif sebagai aktor.
“Benar kita nge-date, tapi bukan buat apa-apa. Memang untuk film ini. Aku ingin kenal Sintya itu seperti apa karena generasi kami lumayan jauh,” jelasnya.
Sintya pun membenarkan bahwa waktu-waktu di luar syuting dimanfaatkan untuk banyak berdiskusi mengenai berbagai hal yang nantinya bisa memperkaya hubungan karakter mereka di dalam film.
“Kalau ada waktu untuk quality time bersama, kami banyak ngobrol tentang apa saja. Itu jadi bensin atau bahan bakar buat aku selama proses syuting,” kata Sintya.
Pengakuan Jujur Sintya soal Pria Idaman
Di balik cerita lucu tersebut, Sintya juga mengungkapkan bahwa membangun chemistry dengan Khiva memang cukup menantang pada awalnya. Namun, ia merasa proses itu menjadi lebih mudah karena karakter pribadi Khiva sesuai dengan tipe pria yang selama ini ia sukai.
“Membangun chemistry sama Kak Khiva sebenarnya lumayan challenging. Tapi sangat terbantu karena aku suka laki-laki yang punya sifat kebapak-bapakan,” tutur Sintya.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena diungkapkan secara spontan di hadapan media. Meski demikian, konteksnya lebih mengarah pada kenyamanan dalam membangun hubungan profesional selama proses produksi film.
Sutradara Punya Strategi Khusus Memilih Iskak Khivano
Di balik keberhasilan chemistry pasangan ini, sutradara sekaligus penulis Ivander Tedjasukmana ternyata memiliki strategi yang cukup unik.
Ia mengungkapkan bahwa pemilihan Khiva Iskak sebagai lawan main Sintya bukan dilakukan secara kebetulan. Sebelum proses casting, Ivander terlebih dahulu melakukan riset mengenai karakter pria yang disukai Sintya di kehidupan nyata.
Langkah tersebut diambil agar hubungan kedua pemain dapat berkembang secara lebih alami, sehingga emosi yang ditampilkan di depan kamera terasa lebih autentik dan mampu menyentuh penonton.
Chemistry Alami Jadi Salah Satu Daya Tarik CLBK

Cerita di balik layar ini menjadi gambaran bagaimana proses membangun chemistry tidak selalu bergantung pada latihan akting semata. Komunikasi, kedekatan personal, hingga saling memahami karakter satu sama lain menjadi bagian penting yang akhirnya memperkuat kualitas penampilan para pemain.
Melalui kisah unik tersebut, film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) tidak hanya menawarkan cerita romantis di layar, tetapi juga menghadirkan proses kreatif yang menarik untuk diikuti. Penonton dapat menyaksikan hasil chemistry Khiva Iskak dan Sintya Marisca saat film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026.













