Wartabuana.com | Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW). Memasuki pekan ke-78, komunitas wartawan yang aktif menjalankan aksi kemanusiaan ini kembali turun langsung ke masyarakat dengan menyalurkan bantuan kepada 150 penerima manfaat di sejumlah titik di Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) tersebut menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang selama ini konsisten mendukung gerakan sosial PJBW. Di antaranya Ketua Umum Forum Bersama Jakarta (FBJ), Budi Siswanto, serta pengusaha muda sekaligus Owner Q Coffee, Gamal Putra.
Kolaborasi Bersama FBJ Sasar Warga yang Membutuhkan

Lokasi pertama yang dikunjungi Tim PJBW adalah Kantor Sekretariat Forum Bersama Jakarta (FBJ) di kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta Selatan. Kedatangan tim disambut langsung oleh Ketua Umum FBJ, Budi Siswanto, yang turut terlibat dalam proses pembagian bantuan.
Sebanyak lebih dari 50 boks nasi dan dua dus air mineral dibagikan kepada masyarakat sekitar dengan melibatkan Ketua RT setempat, Petrus. Bantuan diberikan kepada berbagai kalangan yang membutuhkan, mulai dari pengemudi ojek online, ibu rumah tangga, pelajar, hingga warga lainnya yang dinilai layak menerima manfaat.
Menurut Budi Siswanto, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
“Ke depan mungkin perlu ditingkatkan lagi. Sebab FBJ sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan Jumat Berkah. Kali ini kami berkolaborasi bersama PJBW,” ujar Budi.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan sosial yang digagas para wartawan di Jakarta.
Berlanjut ke Bendungan Hilir, 100 Nasi Boks Dibagikan

Usai menyelesaikan kegiatan di Jakarta Selatan, Tim PJBW melanjutkan aksi sosial ke kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Bersama Gamal Putra, Owner Q Coffee, tim kembali membagikan lebih dari 100 boks nasi dan lima dus air mineral kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Kegiatan berlangsung di depan Q Coffee yang berlokasi di Jalan Bendungan Hilir Gang 5 Nomor 11-12, Jakarta Pusat. Momentum usai salat Jumat dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk warga sekitar, sopir angkot, pengemudi taksi, hingga pekerja yang sedang beraktivitas di kawasan tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi karena bantuan diberikan bertepatan dengan waktu makan siang, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh para penerima.
Dukungan Pengusaha Muda untuk Gerakan Sosial Wartawan

Dalam kesempatan tersebut, Gamal Putra menyampaikan apresiasinya kepada Tim PJBW yang terus konsisten menjalankan kegiatan sosial selama lebih dari satu setengah tahun terakhir.
Menurutnya, program berbagi yang dilakukan komunitas wartawan ini memiliki dampak nyata karena langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sangat mendukung kegiatan PJBW ini. Manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Apalagi pembagian nasi boks dan air mineral dilakukan saat jam makan siang, sehingga sangat tepat waktunya,” kata Gamal Putra.
Ia juga berharap Q Coffee dapat menjadi ruang yang nyaman bagi para jurnalis untuk berkumpul, berdiskusi, dan membangun kolaborasi positif di masa mendatang.
Wartawan Bersatu dalam Aksi Kemanusiaan
Kesuksesan pelaksanaan PJBW pekan ke-78 tidak terlepas dari keterlibatan para jurnalis dari berbagai media yang secara sukarela meluangkan waktu untuk turun langsung ke lapangan.
Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas PJBW antara lain Eddie Karsito (Humaniora), Ibnu Hajar Herlambang (WartaBuana), Musa Sanjaya (FEMIndonesia), Masdjo Arifin dan Yoyo Abidin (BudayantaraTV Digital Network), Toni Bramantio dan Dandung Bondowoso (TerminalNews), Kelana Muda (MediaBBC), Asrul Arif (TRENZIndonesia), Prayitno (ViralKata), serta Ali Imron (MediaBerita6.com).
Melalui kolaborasi antara komunitas wartawan, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha, Program Jumat Berkah Wartawan membuktikan bahwa aksi sederhana seperti berbagi makanan dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat perkotaan.













