Mbah WP
Mbah WP
NEWS

Rano Karno Tinjau Korban Kebakaran Kemayoran, Ratusan Warga Terdampak Dapat Layanan Lengkap hingga Trauma Healing

×

Rano Karno Tinjau Korban Kebakaran Kemayoran, Ratusan Warga Terdampak Dapat Layanan Lengkap hingga Trauma Healing

Share this article

Wartabuana com | Ratusan warga terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, kini masih menjalani masa pengungsian setelah musibah yang melanda permukiman padat tersebut. Di tengah upaya pemulihan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turun langsung meninjau kondisi para korban sekaligus memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Bukan hanya bantuan logistik, pemerintah daerah juga menyiapkan layanan kesehatan, dukungan psikologis, hingga percepatan pengurusan dokumen penting yang hilang akibat kebakaran.

Ratusan Bangunan Terdampak, Ratusan Warga Mengungsi

Berdasarkan data sementara, kebakaran di Kebon Kosong berdampak pada 304 bangunan dan memengaruhi sedikitnya 354 kepala keluarga atau 679 jiwa.

Dari jumlah tersebut, terdapat 326 laki-laki dan 353 perempuan yang ikut terdampak. Di dalamnya termasuk kelompok rentan seperti 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak tingkat SMP, 22 remaja SMA/SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.

Besarnya jumlah warga terdampak membuat proses penanganan darurat menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Posko Pengungsian Dilengkapi Layanan Kesehatan dan Dapur Umum

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka sebagai pusat layanan sementara bagi warga.

Menurut Rano Karno, fasilitas yang disediakan dibuat selengkap mungkin agar kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi selama masa pemulihan.

Kami sudah menyiapkan posko secara lengkap. Ada layanan kesehatan, dapur umum, dan dukungan psikologis terutama untuk anak-anak,” ujar Rano.

Selain makanan siap saji, bantuan logistik lain seperti matras, kebutuhan dasar harian, serta paket sandang juga telah didistribusikan kepada warga terdampak.

Trauma Healing Disiapkan untuk Anak dan Kelompok Rentan

Musibah kebakaran tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga dapat memicu dampak psikologis bagi korban, khususnya anak-anak.

Karena itu, Pemprov DKI turut menyediakan layanan trauma healing dan pendampingan psikologis di lokasi pengungsian.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu pemulihan mental warga yang kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang berharga.

Rano juga menyebut hingga saat ini terdapat dua ibu hamil yang terdata di lokasi pengungsian dan kondisi keduanya masih stabil.

Meski demikian, seluruh layanan kesehatan tetap disiagakan apabila sewaktu-waktu diperlukan tindakan lanjutan atau rujukan rumah sakit.

Dokumen Hilang Akibat Kebakaran Bisa Segera Diurus

Selain kebutuhan pokok, persoalan dokumen kependudukan juga menjadi perhatian pemerintah.

Warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga diminta segera melapor.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) disebut telah bergerak membantu proses penggantian agar masyarakat tidak mengalami kendala administrasi pasca-kebakaran.

Rano Karno Soroti Korsleting Listrik dan Penataan Permukiman Padat

Dalam kunjungannya, Rano Karno juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

Ia menyebut sebagian besar kasus kebakaran di Jakarta masih dipicu oleh korsleting listrik.

Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 95 persen kejadian kebakaran di Jakarta disebabkan masalah instalasi listrik.

Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan keamanan instalasi rumah dan penggunaan perangkat elektronik sehari-hari.

Selain itu, Rano juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas lingkungan permukiman padat.

Menurutnya, konsep hunian vertikal dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, tertata, dan mengurangi risiko bencana serupa.

Musibah di Kebon Kosong menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keamanan lingkungan, tata ruang, dan kesiapan mitigasi di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

[Ib / Foto: Dok Pemprov DKI Jakarta]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *