Wartabuana.com | Perjalanan mengejar mimpi sering kali terasa berat jika dilakukan sendirian. Namun, kehadiran sahabat dan orang-orang yang percaya pada kemampuan kita kerap menjadi bahan bakar untuk terus melangkah. Pesan itulah yang dihadirkan Quinn Salman melalui lagu terbaru berjudul “Bersama Sang Garuda”, original soundtrack (OST) film animasi keluarga Garuda di Dadaku yang resmi dirilis menjelang penayangan film tersebut pada Juni mendatang.
Lagu yang kini telah tersedia di berbagai platform musik digital itu menjadi warna baru dalam semesta Garuda di Dadaku. Jika sebelumnya publik disuguhkan nuansa megah dan penuh harapan melalui OST “Garuda di Dadaku” yang dibawakan Isyana Sarasvati, “Bersama Sang Garuda” hadir dengan energi yang lebih muda, hangat, dan dekat dengan pengalaman anak-anak serta remaja masa kini.
Menjadi Suara Persahabatan dalam Dunia Garuda di Dadaku

“Bersama Sang Garuda” tidak sekadar menjadi lagu pengiring film. Lagu ini merepresentasikan hubungan emosional antarkarakter utama dalam cerita, yakni Naya, Putra, dan Gaga.
Terinspirasi dari ikatan persahabatan yang menjadi fondasi cerita, lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang mampu menemukan keberanian untuk mengejar mimpi ketika mendapat dukungan dari orang-orang terdekat.
Melalui lirik yang penuh semangat, lagu ini menyampaikan pesan bahwa setiap orang membutuhkan sahabat yang mampu melihat potensi terbaik dalam dirinya, bahkan ketika rasa ragu mulai menguasai.
Tema tersebut selaras dengan kisah dalam film yang mengangkat perjalanan Putra, seorang anak berusia 13 tahun yang bercita-cita menjadi pemain tim nasional Indonesia. Dalam prosesnya, ia belajar menghadapi ketakutan dan kegagalan dengan bantuan teman-teman yang selalu mendukungnya.
Pengalaman Baru Quinn Salman: Dari Penyanyi hingga Penulis Lagu
Lagu ini menjadi salah satu proyek paling personal dalam perjalanan karier Quinn Salman. Tidak hanya dipercaya membawakan lagu, Quinn juga terlibat langsung dalam proses kreatif penulisannya bersama komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana.
Menurut Quinn, proses workshop dan penulisan lagu berlangsung selama sekitar enam jam dan menjadi pengalaman berharga yang membuka perspektif baru dalam bermusik.
“Lagu ini menjadi pengalaman pertama buat Quinn dalam banyak hal. Mulai dari eksplorasi warna musik yang baru, ikut terlibat dalam proses penulisan lagu, sampai workshop bareng Kak Ifa Fachir dan Kak Mhala yang dari kecil sudah Quinn kagumi banget,” ungkap Quinn.
Pengalaman tersebut semakin spesial karena demo lagu langsung dibuat pada hari yang sama, sehingga ide dan emosi yang muncul selama proses kreatif dapat segera diterjemahkan ke dalam karya musik.
Hadirkan Warna Vokal yang Lebih Dewasa dan Emosional

Dalam proses produksinya, Quinn juga mengeksplorasi karakter vokal yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya.
Di bawah arahan Kamga sebagai vocal director, Quinn membangun karakter suara yang lebih emosional dan penuh energi untuk merepresentasikan sosok Naya dalam film.
Sementara itu, aransemen musik yang digarap Adrian Marthadinata menghadirkan nuansa emotional rock yang uplifting dan powerful. Sentuhan choir yang diarahkan Ifa Fachir dan Simhala Avadana semakin memperkuat atmosfer megah sekaligus hangat yang menjadi identitas lagu ini.
Hasilnya adalah sebuah lagu yang tidak hanya mudah dinyanyikan, tetapi juga mampu membangkitkan semangat dan rasa optimistis bagi para pendengarnya.
Ronny Gani: Mimpi Tidak Pernah Diperjuangkan Sendirian
Sutradara Garuda di Dadaku, Ronny Gani, menilai “Bersama Sang Garuda” menjadi elemen penting yang memperkuat pesan utama film.
Menurutnya, jika lagu “Garuda di Dadaku” berbicara tentang keberanian untuk bermimpi, maka “Bersama Sang Garuda” berbicara tentang siapa saja yang menemani perjalanan menuju mimpi tersebut.
“Film ini selalu tentang mimpi yang tidak diperjuangkan sendirian. Ada sahabat, keluarga, dan orang-orang yang memilih untuk tetap percaya kepada kita, bahkan saat kita mulai meragukan diri sendiri,” ujar Ronny.
Pesan tersebut menjadikan lagu ini bukan sekadar soundtrack, melainkan perpanjangan emosi dari cerita yang akan disaksikan penonton di layar lebar.
Garuda di Dadaku Siap Jadi Tontonan Keluarga Liburan Sekolah
Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, Garuda di Dadaku merupakan interpretasi animasi baru dari intellectual property (IP) legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah melekat di hati keluarga Indonesia selama bertahun-tahun.
Film ini ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak dan diproduksi oleh BASE Entertainment serta KAWI Animation, dengan dukungan sejumlah mitra kreatif dari dalam dan luar negeri.
Mengangkat tema mimpi, persahabatan, keberanian, dan keluarga, Garuda di Dadaku dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Juni 2026 dan diproyeksikan menjadi salah satu pilihan utama tontonan keluarga selama musim liburan sekolah.
Sebelum menyaksikan petualangan Putra, Naya, dan Gaga di layar lebar, penonton dapat terlebih dahulu menikmati semangat yang dibawa “Bersama Sang Garuda” melalui berbagai platform musik digital.













