Wartabuana.com — Nama Cupi Cupita mendadak ramai diperbincangkan publik. Pedangdut yang kini juga dikenal sebagai DJ itu terseret isu sensitif setelah muncul tudingan sebagai perebut tunangan orang, yang viral di media sosial.
Viral dari Curhatan Anonim di Media Sosial
Isu ini mencuat setelah sebuah akun di Instagram mengunggah curhatan seorang wanita yang mengaku tunangannya memiliki hubungan dengan Cupi Cupita.
Dalam unggahan tersebut, wanita itu menjelaskan bahwa ia dan pasangannya kerap terlibat dalam pengelolaan event organizer, termasuk mengundang Cupi Cupita sebagai pengisi acara DJ di berbagai kota.
Pengakuan ini dengan cepat menyebar dan memicu spekulasi luas di kalangan netizen.
Kecurigaan Muncul dari Hubungan yang Mulai Renggang
Wanita tersebut mengaku awalnya tidak percaya dengan dugaan tersebut. Ia menilai sosok publik seperti Cupi tidak mungkin terlibat dalam hubungan terlarang.
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika hubungannya dengan sang tunangan mengalami keretakan. Dari situlah ia memutuskan untuk memeriksa ponsel pasangannya.
Hasilnya, ia mengklaim menemukan sejumlah bukti berupa percakapan hingga video yang menunjukkan kedekatan antara pria tersebut dengan Cupi Cupita.
Klaim Bukti Chat dan Video, Tapi Belum Terverifikasi
Lihat postingan ini di Instagram
Dalam unggahan yang beredar, turut disertakan tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan Cupi Cupita dan pria tersebut.
Selain itu, wanita tersebut juga mengaku memiliki bukti tambahan berupa pesan langsung (DM) dan video.
Meski begitu, hingga saat ini keaslian dan kebenaran dari bukti-bukti tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
Upaya Klarifikasi Belum Berbuah Respons
Wanita itu mengaku telah mencoba menghubungi Cupi Cupita melalui pesan pribadi di Instagram untuk meminta penjelasan. Namun, hingga kini ia belum menerima tanggapan.
Di sisi lain, Cupi Cupita juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang beredar.
Publik Terbelah, Menunggu Fakta Sebenarnya
Kasus ini kembali menyoroti fenomena cepatnya penyebaran informasi di media sosial, terutama yang melibatkan figur publik. Tanpa klarifikasi dari pihak terkait, opini publik pun terbelah antara yang percaya dan yang memilih menunggu fakta.
Di tengah derasnya spekulasi, penting untuk menempatkan informasi secara proporsional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.













