Wartabuana.com — Setelah puluhan tahun dikenal sebagai penyanyi internasional, Anggun C. Sasmi akhirnya mengambil langkah baru di dunia perfilman Indonesia. Ia resmi menjalani debut akting layar lebar lewat film Para Perasuk yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.
Bagi Anggun, keputusan untuk terlibat dalam proyek film ini bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia mengaku memiliki alasan kuat sebelum akhirnya menerima tawaran bermain dalam film yang disutradarai Wregas Bhanuteja tersebut.
“Penting sekali kalau memulai sesuatu itu harus ada alasan yang cukup kuat, apakah itu dari storytelling-nya, perannya, atau sineasnya,” ujar Anggun.
Menurut pelantun lagu Mimpi itu, karya-karya Wregas sebelumnya membuatnya semakin yakin untuk memulai perjalanan aktingnya di Indonesia bersama sang sutradara.
“Setelah saya menonton beberapa filmnya, itu menguatkan lagi bahwa kalau saya mau memulai sesuatu di Indonesia, mulai dengan dia itu levelnya sudah berbeda,” katanya.
Ia mengaku sangat terkesan setelah menonton film Wregas seperti Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti.
“Setelah menonton beberapa filmnya dia, saya merasa kalau memulai dengan Regas itu sudah seperti, ‘Aduh, Regas gitu lho,’” tambahnya.
Dalami karakter guru Asri dengan kenangan tentang sang ayah

Dalam film Para Perasuk, Anggun dipercaya memerankan karakter penting bernama Guru Asri, sosok pengajar yang tegas dan disiplin.
Untuk membangun karakter tersebut, Anggun justru menggali memori personal tentang sosok ayahnya yang sudah meninggal dunia.
Ia mengenang bagaimana ayahnya mendidik dengan sikap yang tenang namun memiliki wibawa kuat.
“Bapakku tuh tidak banyak bergerak atau bergestur, tapi dari tatapan mata. Jadi aku diingatkan bagaimana rasanya sebagai murid saat diajari sama Bapak sendiri,” kenangnya.
Menurut Anggun, kekuatan komunikasi ayahnya justru terletak pada cara berbicara yang sederhana namun tajam.
“Tatapan mata dan cara dia ngomong tidak pernah naik nada suaranya. Selalu konstan, tapi kata-katanya sedikit dan langsung nusuk,” ungkapnya.
Dipuji sutradara, Anggun dinilai kuat dalam ekspresi
Penampilan Anggun di film ini juga mendapat apresiasi dari sutradara Wregas Bhanuteja. Ia menilai Anggun memiliki kemampuan kuat dalam mengolah ekspresi tubuh dan tatapan mata.
“Dia tahu bagaimana menggerakkan tubuhnya, bagaimana merenda gestur kecil atau menatap mata. Itu jago sekali. Dia seperti semi menjadi dirinya saat perform,” kata Wregas.
Bagi Wregas, kehadiran Anggun memberi warna tersendiri dalam film yang menggabungkan unsur drama, tradisi, dan realitas sosial tersebut.
Cerita Para Perasuk: tradisi mistis yang terancam industri
Film Para Perasuk mengangkat kisah masyarakat Desa Latas yang memiliki tradisi unik bernama Pesta Sambetan.
Ritual ini dipercaya memungkinkan warga mengalami kerasukan roh binatang untuk memasuki dunia halusinasi yang indah.
Namun tradisi tersebut terancam ketika sebuah perusahaan besar berencana menggusur mata air keramat yang menjadi tempat persemayaman roh untuk pembangunan kawasan industri.
Dalam situasi genting itu, Guru Asri berinisiatif menggelar Pesta Sambetan besar-besaran untuk mengumpulkan dana demi membeli kembali tanah tersebut.
Tayang April 2026, Para Perasuk sudah diputar di Sundance
Para Perasuk juga mencatatkan prestasi internasional sebelum tayang di Indonesia. Film ini telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari lalu dan mendapat sambutan positif dari para kritikus film.
Selain Anggun, film ini turut dibintangi sejumlah aktor muda populer seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo.
Dengan jajaran pemain tersebut serta sentuhan sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti penayangannya tahun ini.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026.













