Wartabuana.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat transformasi sektor energi dengan membuka peluang investasi energi hijau yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp150 triliun dalam beberapa dekade ke depan.
Langkah besar tersebut disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud di sela-sela pengukuhan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kalimantan Timur.
Inisiatif ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem energi bersih sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah berkembang di wilayah tersebut.
Dari energi fosil menuju energi terbarukan
Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Maret Samuel Sueken, mengatakan transformasi energi ini menjadi langkah penting bagi Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi energi fosil di Indonesia.
Menurutnya, perubahan arah pembangunan global menuju ekonomi rendah karbon mendorong daerah ini mulai mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan.
“Selama ini Kalimantan Timur dikenal sebagai pusat produksi batu bara dan minyak. Namun perubahan global menuju energi bersih membuat daerah ini mulai mengembangkan sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Proyek energi bersih mulai dipetakan
Melalui perusahaan daerah sektor energi, PT Ketenagalistrikan Kaltim Perseroda, pemerintah provinsi tengah mempersiapkan sejumlah proyek strategis yang terbuka bagi investor nasional maupun internasional.
Beberapa proyek yang sedang dipetakan antara lain:
pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar,
pengembangan energi biomassa berbasis limbah perkebunan,
produksi biometana,
hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy) di kawasan perkotaan.
Selain itu, pemerintah juga mengkaji potensi pembangunan pembangkit listrik tenaga air skala kecil dan menengah di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Timur.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan daerah sekaligus memperluas pemanfaatan energi terbarukan.
Energi bersih untuk menopang IKN dan kawasan industri
Kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara serta pertumbuhan kawasan industri baru di Kalimantan Timur menjadi salah satu pendorong utama percepatan investasi di sektor energi.
Maret Samuel Sueken yang juga menjabat Komisaris Independen PT Rekayasa Industri menilai pengembangan energi hijau tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan energi daerah.
Lebih dari itu, proyek-proyek tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis energi bersih yang membuka peluang investasi sekaligus lapangan kerja.
Berpotensi jadi pusat energi hijau Indonesia
Dengan sumber daya alam yang melimpah, posisi strategis sebagai wilayah penyangga IKN, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong investasi berkelanjutan, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan energi hijau di Indonesia.
Jika berbagai proyek tersebut terealisasi secara bertahap, investasi energi hijau senilai Rp150 triliun ini tidak hanya berpotensi memberikan dampak ekonomi besar bagi daerah, tetapi juga memperkuat upaya nasional dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.
Ke depan, Kalimantan Timur diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penghasil energi konvensional, tetapi juga menjadi motor penggerak pengembangan energi masa depan Indonesia.













