Wartabuana.com — Upaya mengurai kemacetan di koridor padat Jakarta Timur hingga Cikarang terus diperkuat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka rute baru Transjabodetabek B51 Cawang–Cikarang, Rabu, sebagai bagian dari strategi memperluas konektivitas transportasi publik lintas wilayah Jabodetabek.
Rute ini menghubungkan kawasan Cawang, Jakarta Timur, hingga pusat industri Cikarang dan sekitarnya—wilayah yang selama ini dikenal dengan tingkat mobilitas pekerja yang sangat tinggi setiap harinya.
“Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, Jakarta akan membuka dua rute baru Transjabodetabek, salah satunya dari Cawang ke Cikarang. Hari ini, rute Transjabodetabek B51 Cawang–Cikarang resmi dibuka dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi,” ujar Pramono.
Tarif Terjangkau, Operasi Setiap Hari
Rute Transjabodetabek B51 beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Pemerintah menetapkan tarif yang relatif terjangkau untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Rp2.000 (pukul 05.00–07.00 WIB)
Rp3.500 (pukul 07.00–22.00 WIB)
Dengan skema tarif tersebut, rute ini menyasar para pekerja yang berangkat pagi dari kawasan penyangga menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Pada tahap awal operasional, sebanyak 14 armada bus disiapkan untuk melayani lintasan sepanjang kurang lebih 89 kilometer pulang-pergi (PP), dengan total 11 titik pemberhentian.
Kehadiran rute ini diharapkan menjadi alternatif transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien, terutama bagi ribuan pekerja di kawasan industri Cikarang yang setiap hari melakukan perjalanan ke Jakarta Timur.
Strategi Tekan Kemacetan dan Emisi
Koridor Cikarang–Jakarta Timur selama ini menjadi salah satu jalur dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Dengan dibukanya rute Transjabodetabek Cawang–Cikarang, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penurunan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus pengurangan beban lalu lintas di ruas tol maupun jalan arteri.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda transportasi berkelanjutan di wilayah Jabodetabek, yang menekankan integrasi antarmoda dan perluasan layanan lintas batas administratif.
Rute Blok M–Bandara Soetta Dikebut Jelang Lebaran
Tak hanya rute Cawang–Cikarang, Pemprov DKI juga tengah mematangkan rencana operasional rute Transjabodetabek lainnya, termasuk Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang ditargetkan beroperasi sebelum musim mudik Lebaran.
Menurut Pramono, secara prinsip izin dari Kementerian Perhubungan telah dikantongi. Namun, sejumlah halte baru masih perlu disempurnakan.
“Secara prinsip, Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin. Namun, masih ada beberapa halte baru yang perlu disempurnakan. Saya sudah menargetkan kepada Dinas Perhubungan dan Transjakarta agar rute tersebut dapat beroperasi sebelum Lebaran, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tutupnya.













