Raisa Andriana
Wartabuana.com – Malam Jazz Goes To Campus (JGTC) 2025 berubah menjadi momen haru ketika Raisa tiba-tiba berhenti sejenak di tengah konsernya untuk membagikan kisah pribadi tentang perpisahan. Dalam suasana yang hening dan intim di Universitas Indonesia, Minggu malam (9/11/2025), sang diva membuka sedikit tabir hatinya di tengah proses perceraiannya dengan Hamish Daud.
Penampilan Raisa malam itu terasa jauh lebih dari sekadar konser jazz biasa. Setelah membawakan lagu-lagu hits seperti “Terserah” dan “Serba Salah”, penyanyi bersuara emas itu mengambil jeda emosional yang langsung menyedot perhatian ribuan penonton.
“Lagu berikutnya ini favorit aku, bercerita tentang perpisahan dengan seseorang,” ujar Raisa pelan, dengan nada lembut yang disambut riuh tepuk tangan penonton yang seolah memahami arah curhatnya.
Dari stres hingga menerima: perjalanan hati Raisa

Di hadapan penonton, ibu satu anak itu dengan jujur menggambarkan fase-fase yang ia lalui dalam menghadapi perpisahan.
“Saat pertama, masih stres, kan. Setiap hari menutup mata, berpikir ‘kalau suatu saat kembali lagi gimana, ya?’” tuturnya lirih.
Ia kemudian melanjutkan, fase berikutnya adalah mencoba memahami alasan di balik berakhirnya hubungan.
“Waktu terus berjalan, kita mulai paham dari sisi dia seperti apa. Mungkin ada alasan-alasan dia juga. Dan buat aku, lebih mudah memahami seseorang daripada membenci,” ucap Raisa dengan nada bijak yang disambut sorakan dukungan dari para penggemarnya.
Puncaknya, Raisa menggambarkan fase ikhlas yang akhirnya ia temukan.
“Sampai kita belajar hidup tanpa dia, dan sadar sudah tiga hari enggak mikirin dia. Berandai-andai dia kembali pun kayaknya sudah enggak. Sejauh ini tanpa dia, aku oke-oke aja. Jangan-jangan inilah namanya ikhlas,” ungkapnya disambut tepuk tangan panjang.
“Bila” jadi pelipur lara di malam penuh emosi

Curahan hati Raisa menjadi pengantar sempurna menuju lagu “Bila”, salah satu nomor balada paling menyentuh dalam repertoarnya. Dengan penghayatan mendalam, Raisa membawakan lagu tersebut seolah sedang menulis surat perpisahan untuk dirinya sendiri. Ribuan penonton larut dalam suasana haru, beberapa terlihat berkaca-kaca mengikuti alunan lembut musik.
Momen itu bukan hanya menunjukkan sisi rapuh Raisa sebagai manusia, tapi juga kekuatan seorang perempuan yang perlahan belajar berdamai dengan kehilangan.
Dengan kejujurannya, Raisa sekali lagi membuktikan bahwa ia bukan sekadar diva panggung, melainkan sosok yang berani membuka hati — menjadikan Jazz Goes To Campus 2025 bukan hanya ajang musik, tapi juga ruang refleksi tentang cinta, kehilangan, dan keikhlasan. (©Al / artwork: Ig@raisa6690)













