WARTABUANA – Bank Resona Perdania pindah kantor pusat ke Gedung Jakarta Mori Tower di Jalan Jendral Sudirman Kaveling 40-41, Jakarta Pusat. Relokasi pada 16 Januari 2023 itu merupakan realisasi Rencana Bisnis Bank untuk memperkuat posisi di industri perbankan Indonesia.
Hal ini sejalan dengan peningkatan branding image bank kepada para stakeholders dengan memiliki Kantor Pusat yang representatif sejalan dengan visi bank yaitu menjadi bank yang paling dapat diandalkan di Indonesia untuk perusahaan-perusahaan lokal dan Jepang dengan menyediakan kualitas layanan keuangan terbaik.
Relokasi ini diharapkan dapat membangun reposisi yang kuat pada niche market serta mengembangkan kapasitas bisnis dan mengoptimalkan pangsa pasar yang lebih besar.

Bank melihat optimisme terhadap perekonomian Indonesia ke depannya dan berharap melalui relokasi ini diharapkan dapat membuka jalan serta memperkuat relasi bisnis melalui solusi layanan keuangan ditawarkan.
Tahun 2022, bank telah mendapatkan suntikan modal dari salah satu pemegang saham yang membuat modal inti mencapai lebih dari Rp5 triliun untuk ekspansi bisnis. Peningkatan kualitas infrastruktur bank khususnya di gedung baru akan mendukung implementasi strategi ekspansi bisnisnya.
Kantor baru juga akan meningkatkan kenyamanan karyawan dalam bekerja dan bank akan memiliki filosofi dan konsep budaya kerja yang baru yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas para karyawan.
Relokasi ini sejalan dengan Corporate Plan Bank tahun 2023 yang telah ditetapkan yaitu sebagai “Reposition Year” sekaligus sebagai momentum atas eksistensi bank selama 65 tahun berkomitmen memberikan kualitas layanan keuangan terbaik bagi para nasabah dan mitra.
Bank Resona Perdania merupakan bank joint venture pertama di Indonesia. Bank ini beroperasi sejak 1 Februari 1958, yang merupakan bukti nyata usaha Indonesia dan Jepang dalam meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya di sektor perbankan. “Perdania” merupakan singkatan dari 3 kata yaitu “Perdagangan”, “Perindustrian”, dan “Pertanian”.
Saat ini, pemegang saham pengendali berasal dari dua bank Jepang yaitu, Resona Bank, Ltd. dan The Bank of Yokohama, Ltd. Seiring perjalanan waktu, layanan bank terus berkembang. Pada Februari 1969, bank resmi beroperasi sebagai bank devisa. Bank telah mengalami beberapa kali pergantian nama, pada tahun 1994, Bank Perdania berubah menjadi Daiwa Perdania Bank.
Bank ini memiliki produk dan layanan solusi keuangan yang beragam antara lain penyaluran kredit, pendanaan, treasury, impor, ekspor, bank garansi dan kegiatan transaksi perbankan lainnya. Bank selalu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia melalui produk dan layanan keuangan dengan kualitas terbaik serta terus tumbuh lebih baik.[]