JAKARTA, WB – Dalam peristiwa ledakan di Sarinah Thamrin Jakarta Pusat pelaku menggunakan bom bunuh diri. Pertama diawali di Starbucks Cafe masuknya satu orang pelaku dan menggunakan bom bunuh diri.
“Hal itu yang kemudian mengakibatkan terjadi korban luka-luka dan kepanikan, sehingga membuat pengunjung cafe yang saat itu ada, keluar berhamburan,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Tito Karnavian seperti dilansir dari laman Setkab.go.id, Jakarta, Jumat (15/1).
“Ternyata di luar cafe sudah ada dua orang lagi teroris yang menunggu dan melakukan penembakan kepada 2 orang warga negara asing, satunya adalah warga Negara Kanada meninggal dunia, satunya lagi dalam keadaan hidup,” imbuhnya.
Kemudian pada saat yang sama, lanjut Kapolda, tim yang kedua itu ada dua orang menyerang pos polisi lalu lintas di simpang Sarinah. Saat itu ada satu anggota petugas polisi Polsek, yang sedang bertugas di sana diserang dengan bom bunuh diri juga, yang mengakibatkan anggota itu terluka, dan pelakunya meninggal dunia. Selain itu, juga ada anggota masyarakat yang terkena pecahan dan diduga meninggal dunia.
Bersamaan dengan aksi bom bunuh diri di kawasan Sarinah itu, menurut Kapolda, ada tim personil dari Polda Metro Jaya yang akan melaksanakan pengamanan demonstrasi di Monas, yang dipimpin oleh Kepala Biro Operasi. Saat itu melalui lokasi ledakan, tim ini langsung berhenti. Namun, lanjut Kapolda, saat personel tim tersebut akan turun, mereka diserang dengan menggunakan tembakan dan lemparan granat.
Kemudian terjadi kontak tembak, anggota Polsek yang ada di sekitar Sarinah dan di jalan yang ada di sekitar situ juga membantu. Menurut Kapolda, ada 4 orang anggota Kepolisian Polres Jakarta Pusat yang terkena tembakan pada bagian kaki dan juga bagian perut. Namun pelaku berhasil dilumpuhkan dalam waktu kontak tembak lebih kurang 15 menit itu, yang mengakibatkan 2 pelaku berhasil ditembak mati.
Dalam waktu lebih kurang 20-25 menit, menurut Kapolda, pihaknya sudah berhasil menguasai situasi, dan melaksanakan penyisiran di TKP Starbucks maupun di pos polisi lalu lintas. Selanjutnya, Kapolda mengundang Tim Jihandak dari Brimob, pasukan Brimob, dan pasukan Sabhara dari Polres dan Polda hadir juga di-back up dengan Pangdam dengan pasukannya, untuk kemudian melakukan pengepungan guna meng-clear-kan apakah mungkin ada pelaku yang lain.
“Gedung yang ada di Skyline Building di tempat dimana ada Starbucks Cafe, kita sisiri dari lantai per lantai, tidak ada pelaku di sana. Kemudian di depannya ada Gedung Jaya, kita juga lakukan penyisiran dan dinyatakan clear jadi tidak ada pelaku yang lain sehingga kita laksanakan namanya clearing device untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi bom-bom tambahan,” papar Kapolda.
Dari clearing device, lanjut Kapolda, masih ditemukan 6 bom: 5 bom kecil sebesar kepalan tangan, disebut dengan granat tangan rakitan, dan 1 lagi bom yang lumayan besar sebesar kaleng biskuit yang ada di situ. “Jadi semua ada 6 yang berhasil kita amankan, kemudian dari pelaku yang meninggal itu juga kita sita ada 1 senjata api sejenis FN rakitan,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Kapolda, pelaku 5 orang tertangkap dan meninggal berhasil dilumpuhkan. Adapun korban yang ada yang meninggal warga masyarakat ada 2, yaitu 1 Warga Negara Kanada dan 1 Warga Negara Indonesia yang sedang dicari identitasnya.
Kemudian ada sejumlah korban yang masih luka, lebih kurang 15 baik luka berat maupun luka ringan dan serta ada 5 anggota polisi yang terkena baik luka tembak atau terkena pecahan dari bom yang dilemparkan. Karena bom itu isinya ada baut, paku dan lain-lain yang ada di situ. []