Wartabuana.com | Penyanyi sekaligus pedangdut Denada Tambunan kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap dirinya menjalani operasi plastik di Turki. Kali ini, prosedur yang dipilih adalah Brazilian Butt Lift (BBL) untuk membentuk area bokong dan pinggul agar penampilan tubuhnya lebih proporsional.
Denada mengungkapkan bahwa operasi tersebut baru dijalaninya sekitar dua minggu sebelum memberikan keterangan kepada publik. Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan panjang dan riset sebelum menentukan lokasi serta prosedur yang akan dijalani.
Ingin Kembalikan Bentuk Tubuh dan Tingkatkan Kepercayaan Diri
Putri mendiang penyanyi senior Emilia Contessa tersebut mengaku memiliki alasan pribadi di balik keputusannya menjalani operasi plastik.
Ia ingin memperbaiki penampilan sekaligus mengatasi rasa kurang percaya diri akibat perubahan bentuk tubuh seiring bertambahnya usia. Denada juga menyebut berat badannya sempat mengalami penurunan cukup banyak dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Denada pernah menjalani operasi plastik di Thailand, termasuk pada bagian wajah. Ia bahkan mengaku telah merencanakan prosedur kecantikan tersebut sejak lama dan mendapatkan dukungan dari sang ibu sebelum meninggal dunia.
Ingatkan Pentingnya Riset Sebelum Operasi Plastik
Denada menyebut keputusan menjalani BBL di Turki tidak diambil secara terburu-buru. Ia melakukan riset mendalam sebelum memilih rumah sakit dan dokter yang menangani prosedur tersebut.
Ia juga berpesan kepada masyarakat yang tertarik menjalani operasi plastik agar mencari informasi sebanyak mungkin, termasuk mempelajari rekam jejak serta hasil pekerjaan dokter.
Sebelumnya, Denada juga pernah mengungkapkan bahwa dirinya rela mengeluarkan biaya hingga Rp300 juta untuk menunjang penampilan. Ia menegaskan bahwa keputusan mempercantik diri dilakukan demi kebahagiaan pribadi, bukan semata-mata memenuhi penilaian orang lain.
Denada Jalani Pantangan Selama Dua Bulan Pemulihan
Setelah menjalani BBL, Denada masih harus mengikuti sejumlah aturan selama masa pemulihan. Ia mengaku tidak diperbolehkan tidur telentang maupun duduk terlalu lama selama dua bulan ke depan.
Selain itu, penggunaan korset juga menjadi bagian dari perawatan pascaoperasi yang harus dijalaninya.
Pengalaman Denada ini kembali memperlihatkan bahwa keputusan menjalani prosedur kecantikan membutuhkan pertimbangan matang, termasuk memahami risiko, perawatan, dan proses pemulihan setelah tindakan medis.












