Wartabuana.com | Selebgram sekaligus YouTuber Ria Ricis menuai kecaman warganet setelah mengunggah momen kunjungannya ke wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Ungkapan “Kidzania 2026” yang disematkan dalam unggahannya dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan masyarakat yang harus menghadapi kabut asap.
Melalui akun Threads @riaricis1795, Jumat (6/11/2026), Ricis menuliskan pesan agar kondisi Indonesia segera pulih. Namun, tambahan kalimat “Kidzania 2026” justru memancing kritik karena dianggap tidak tepat digunakan untuk menggambarkan lokasi bencana.
Sejumlah netizen menilai pemilihan kata tersebut mengabaikan kondisi warga yang terdampak karhutla. Bahkan, beberapa pengguna media sosial menyebut unggahan itu sebagai bentuk kurangnya empati terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Dokter Soroti Dampak Asap Karhutla terhadap Anak
Kritik juga datang dari dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Ferry Kusmalingga. Ia mengingatkan bahwa karhutla bukan persoalan ringan karena paparan asap dapat mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Dalam unggahannya di Threads, Ferry menyinggung data lebih dari 91 ribu balita yang disebut terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap karhutla.
Ia menilai penderitaan masyarakat tidak semestinya disamakan dengan tempat bermain atau dijadikan bahan candaan untuk konten media sosial.
Ricis Sebelumnya Turun Langsung Berikan Bantuan
Di tengah polemik tersebut, Ricis diketahui telah mengunjungi sejumlah wilayah terdampak karhutla di Kalimantan. Ia turut membantu pemadaman, membagikan air bersih dan perlengkapan kesehatan kepada warga.
Ricis juga memberikan bantuan nebulizer serta air purifier kepada RSUD dr. Doris Sylvanus di Kalimantan Tengah.
Sebelumnya, pada Oktober 2026, Ricis juga pernah mengajak masyarakat dan kreator konten untuk terus menyuarakan kondisi wilayah terdampak karhutla. Ia mengaku tidak terlalu mengikuti isu dugaan shadowban terhadap sejumlah influencer yang membicarakan bencana tersebut.
Ricis bahkan sempat memberikan tanggapan bahwa dirinya hanya mengikuti atau menyalin ungkapan yang sebelumnya disampaikan orang lain.
Kontroversi ini memperlihatkan bahwa dalam menyampaikan kepedulian melalui media sosial, pemilihan kata tetap menjadi hal penting. Sebab, di balik sebuah unggahan, ada masyarakat yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.












