Wartabuana.com | Ribuan santri bersama ulama, kiai, pengasuh pesantren, dan tokoh agama berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, dan masa depan Indonesia. Melalui kegiatan bertajuk Munajat Santri untuk Negeri, kalangan pesantren menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga doa, pendidikan, dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang digelar Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pesantren tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran pesantren dalam menjaga persatuan dan menghadapi tantangan bangsa.
Doa Santri untuk Indonesia dan Korban Karhutla

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan Munajat Santri untuk Negeri merupakan bentuk bakti santri sekaligus kepedulian terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
Menurutnya, doa bersama tersebut diharapkan membawa kebaikan bagi Indonesia agar senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan.
Basnang juga menyoroti masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan harus menjadi bagian dari karakter pendidikan pesantren.
Menag Dorong Santri Kuasai Sains dan Teknologi

Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya mempersiapkan santri agar mampu menghadapi perkembangan zaman. Penguasaan sains, teknologi, hingga kecerdasan buatan (AI) perlu diperkuat tanpa meninggalkan tradisi keilmuan dan akhlak pesantren.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat Hari Santri harus menjadi energi untuk meneruskan perjuangan ulama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Gus Kikin Ajak Pesantren Perkuat Persatuan,

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin turut mengajak pesantren dan seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan nasional.
Menurutnya, perjuangan generasi saat ini perlu diwujudkan melalui pendidikan berkualitas, pemerataan ekonomi, masyarakat yang beradab, serta kolaborasi menghadapi tantangan pembangunan.
Sementara itu, Kementerian Agama terus mendorong penguatan ekosistem pesantren melalui peningkatan mutu pendidikan, kemandirian ekonomi, dan perlindungan hak-hak santri sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Hari Santri 2026 Jadi Momentum Pengabdian untuk Negeri
Munajat Santri untuk Negeri menegaskan bahwa peran pesantren tidak berhenti pada pendidikan keagamaan. Pesantren juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun masyarakat dan mempersiapkan generasi masa depan.
Melalui doa, ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan tindakan nyata, santri diharapkan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.












