Wartabuana.com | Film pendek kini dipersiapkan menjadi medium bagi pekerja dan komunitas sosial untuk menyampaikan aspirasi kepada publik. Setelah mendapat sambutan positif pada penyelenggaraan 2026, MADFEST Merah Putih kembali digelar pada 2027 dengan mengawali rangkaian persiapannya melalui workshop produksi film pendek di Jakarta.
Ketua Penyelenggara MADFEST Merah Putih, H. Sonny Pudjisasono, SH, MBA, secara resmi membuka Workshop Short Movie Aksi Menyampaikan Aspirasi Massa di Studio Citra Film School, Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).
Kamera Jadi Megafon, Film Pendek Suarakan Aspirasi

Workshop mengusung tema “Kamera Pengganti Megafon, Layar Pengganti Jalanan, Visual Pengganti Slogan”. Kegiatan ini membekali calon peserta dengan pemahaman tentang gerakan sosial sekaligus keterampilan teknis produksi film pendek.
Sonny mengatakan, workshop tersebut diharapkan meningkatkan kualitas cerita, estetika visual, dan kemampuan peserta dalam menggarap film untuk MADFEST Merah Putih 2027. Kegiatan serupa juga direncanakan berlangsung di sejumlah kota besar di Indonesia.
Materi gerakan sosial dan pemanfaatan media disampaikan Ilhamsyah, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang kini menjabat Komisaris Pelindo.
Menurut Ilhamsyah, film memiliki potensi menyebarkan pesan sosial secara cepat melalui visual dan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Media ini dinilai dapat menjadi sarana alternatif untuk memperluas jangkauan isu-isu perjuangan pekerja.
Sementara itu, materi penulisan skenario, penyutradaraan, pengambilan gambar, dan penyuntingan diberikan oleh Ensadi Joko Santoso, dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sekaligus Direktur Citra Film School, bersama Arry WS, Ketua Bidang Acara MADFEST Merah Putih 2026.
Gandeng LSF, Film Peserta Akan Melalui Penyensoran
Dalam persiapan MADFEST Merah Putih 2027, panitia juga berencana bekerja sama dengan Lembaga Sensor Film (LSF). Sonny menjelaskan, langkah tersebut ditujukan untuk memastikan karya yang ditampilkan tidak memuat konten yang melanggar hukum dan etika, termasuk ujaran kebencian serta hoaks.
“Antrian Nomor Kematian” Menuju Festival Internasional
Kesuksesan penyelenggaraan 2026 turut ditandai perjalanan film “Antrian Nomor Kematian”, karya yang meraih penghargaan di MADFEST Merah Putih 2026. Film tersebut direncanakan mengikuti festival film pekerja di Sheffield, Inggris, pada 2027.
Sonny juga menyampaikan bahwa sutradara film tersebut, Ayyub Basya, diberangkatkan ke Australia pada 21 Oktober 2026 untuk mengawal keikutsertaan film dalam festival film pekerja di negara itu.
Ke depan, panitia juga merencanakan Indonesia menjadi tuan rumah Festival Film Pekerja Dunia pada 2028. Rencana ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi karya pekerja Indonesia untuk dikenal di tingkat internasional.
Melalui rangkaian workshop dan festival, MADFEST Merah Putih 2027 diharapkan menjadi ruang kreatif bagi pekerja dan komunitas untuk mengolah pengalaman serta aspirasi mereka menjadi karya film yang kuat, komunikatif, dan relevan bagi masyarakat.













