Wartabuana.com | Keputusan Kirana Larasati menghapus tato yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya ternyata harus dibayar mahal. Tak hanya menguras kantong hingga ratusan juta rupiah, aktris berusia 38 tahun itu juga harus menahan rasa sakit yang disebutnya jauh lebih berat dibanding saat membuat tato.
Melalui unggahan di Threads pada Selasa (14/7/2026), Kirana mengungkapkan bahwa dari delapan tato yang pernah menghiasi tubuhnya, kini hanya tersisa satu yang masih menjalani proses penghapusan karena menggunakan tinta berwarna yang lebih sulit dihilangkan.
“Dari total punya 8 tato, sekarang tinggal 1. Itu pun sedang proses dan tintanya warna susah,” tulis Kirana.
Biaya Fantastis dan Proses Panjang
Pemain film 48 Jam untuk Indah itu menyebut prosedur laser menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan. Bahkan, ia mengibaratkan rasa nyerinya seperti “disayat-sayat pakai pisau neraka”.
Untuk beberapa tato berukuran besar, Kirana harus menjalani sedasi dengan biaya Rp2,5 juta hingga Rp8 juta per sesi.
Selama proses tersebut, ia telah menjalani lima sesi laser di Jakarta dan tiga sesi di Korea Selatan. Biaya setiap sesi mencapai sedikitnya Rp25 juta, dengan masa pemulihan sekitar 10–15 hari.
Kirana mengaku keputusan membuat tato di masa muda dipengaruhi pencarian jati diri. Kini, pandangannya berubah. Ia memilih fokus pada perjalanan mengenal diri tanpa bergantung pada validasi orang lain, sekaligus mengakui nasihat kedua orang tuanya tentang penyesalan di kemudian hari ternyata menjadi kenyataan.













