MUSIK

Viola Harahap Debutkan Single “Candu” di CFD Jakarta, Siap Buka Jalan Menuju Album Perdana

×

Viola Harahap Debutkan Single “Candu” di CFD Jakarta, Siap Buka Jalan Menuju Album Perdana

Share this article

Wartabuana.com | Penyanyi muda Viola Harahap menandai babak baru perjalanan karier musiknya dengan memperkenalkan single terbaru berjudul “Candu” dalam penampilan spesial di kawasan Car Free Day (CFD), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).

Momen tersebut terasa istimewa karena menjadi kali pertama Viola membawakan lagu tersebut secara langsung di hadapan publik. Antusiasme pengunjung CFD pun menjadi energi tersendiri bagi penyanyi yang tengah mempersiapkan album perdananya itu.

Seru banget ya. Ini perform pertama aku nyanyiin single terbaru aku, ‘Candu’,” ujar Viola.

Single “Candu” diproduseri oleh Marjianto Efendi dari EF.HA Entertainment dan direkam saat bulan Ramadan. Kini lagu tersebut telah tersedia di berbagai platform musik digital, termasuk YouTube Music.

Angkat kisah cinta remaja yang manis dan penuh rasa penasaran

Melalui “Candu”, Viola mencoba menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda. Lagu ini mengisahkan seorang gadis yang sedang berada di fase peralihan dari remaja menuju dewasa dan merasakan gejolak jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Meski mengangkat tema asmara yang personal dan emosional, Viola menegaskan bahwa cerita dalam lagu tersebut bukan berasal dari pengalaman pribadinya.

Lagunya tentang gadis usia remaja menuju dewasa yang lagi jatuh cinta, tapi mengekspresikannya dengan centil. Bukan pengalaman pribadi,” katanya sambil tersenyum.

Pilihan tema tersebut dinilai relevan dengan karakter generasi muda yang menjadi salah satu target pendengar musik pop saat ini. Dengan lirik yang ringan dan mudah diterima, “Candu” berpotensi menjadi salah satu lagu yang dekat dengan keseharian pendengarnya.

Jadi single keempat sekaligus pembuka album perdana

Bagi Viola, “Candu” bukan sekadar single baru. Lagu ini menjadi karya keempat yang dirilis sepanjang kariernya sekaligus pintu masuk menuju album pertama yang saat ini masih dalam tahap produksi.

Ini single aku yang keempat dan menjadi bagian dari album pertama yang sedang dalam proses produksi,” ungkapnya.

Kehadiran album perdana tersebut menjadi langkah penting bagi Viola untuk memperkuat identitas musikalnya di tengah persaingan industri musik Indonesia yang semakin dinamis.

Siapkan remake lagu legendaris “Asmara” dengan sentuhan orkestra

Selain fokus mempromosikan “Candu”, Viola juga tengah mempersiapkan proyek yang menarik perhatian pecinta musik lintas generasi, yakni remake lagu legendaris “Asmara”.

Ide tersebut muncul setelah mendapat masukan dari penyanyi senior Ita Purnamasari yang berada dalam manajemen yang sama dengannya.

Mbak Ita bilang, ‘Vio, kenapa nggak nyanyiin lagu lama yang diaransemen ulang sama Mas Dwiki?’ Akhirnya aku pilih-pilih beberapa lagu lawas,” jelas Viola.

Menariknya, “Asmara” awalnya bukan lagu yang masuk daftar pilihannya. Namun, saat perjalanan menuju rapat penentuan lagu, ia kembali mendengarkan lagu tersebut melalui YouTube dan langsung teringat masa kecilnya.

Aku umur sekitar enam atau tujuh tahun waktu pertama kali dengar lagu itu. Dari lagu ‘Asmara’ aku jadi suka lagu-lagu penyanyi senior. Selama ini aku juga heran, kok lagu ini belum banyak di-remake. Pas ada kesempatan, akhirnya aku pilih ‘Asmara’,” tuturnya.

Untuk versi terbarunya, Viola menginginkan nuansa musik yang lebih megah dan emosional. Karena itu, ia meminta aransemen dengan sentuhan orkestra agar lagu tersebut terdengar lebih modern tanpa kehilangan karakter aslinya.

Aku bilang ke Mas Dwiki, musiknya dibuat lebih grande, lebih mewah. Makanya ada sentuhan orkestra di lagunya,” ujarnya.

Dari panggung sekolah hingga mengejar mimpi menjadi psikolog

Perjalanan Viola di dunia musik sebenarnya sudah dimulai sejak usia dini. Ia mengaku kerap dipercaya tampil dalam berbagai acara sekolah karena kecintaannya pada dunia tarik suara.

Dari kecil aku memang sudah suka nyanyi. Waktu SD setiap ada acara perpisahan atau kegiatan sekolah, aku selalu ditunjuk guru buat nyanyi di aula,” kenangnya.

Namun di balik aktivitas bermusik yang semakin padat, Viola tetap serius menata masa depan akademiknya. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Pancasila dan telah menjalani perkuliahan selama dua tahun melalui program kelas karyawan.

Menurutnya, sistem hybrid dan jadwal kuliah malam menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier.

Aku pilih kelas karyawan karena jadwalnya malam dan sistemnya hybrid, jadi lebih fleksibel buat mengatur waktu,” katanya.

Prestasinya di kampus pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Berkat capaian akademik yang baik dan proses seleksi yang ketat, Viola berhasil terpilih sebagai Duta Fakultas Psikologi.

Alhamdulillah lolos. Syaratnya IP harus tinggi dan ada tahap wawancara juga. Di angkatan aku, dari kelas reguler dan kelas karyawan, aku yang terpilih,” ujarnya bangga.

Menatap masa depan musik Indonesia

Bagi Viola, musik dan pendidikan bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya justru berjalan beriringan dalam perjalanan hidupnya. Impian menjadi psikolog yang telah tumbuh sejak kecil kini mulai terwujud, seiring karier bermusik yang semakin berkembang.

Ke depan, penyanyi muda tersebut berharap karya-karyanya dapat diterima masyarakat luas dan memberikan warna baru bagi industri musik Tanah Air.

Harapannya tentu karya-karya musik Viola bisa diterima, disukai, dan dinikmati oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *