NEWS

Jakarta dan Hungaria Perkuat Diplomasi Lewat Seni, Pramono Anung Terkesima Batik Karya Desainer Hungaria

×

Jakarta dan Hungaria Perkuat Diplomasi Lewat Seni, Pramono Anung Terkesima Batik Karya Desainer Hungaria

Share this article

Wartabuana.com | Pameran seni Threads of Wax menghadirkan lebih dari sekadar karya artistik. Di balik perpaduan motif batik Indonesia dengan sentuhan khas Hungaria, tersimpan pesan kuat mengenai persahabatan dua negara yang telah terjalin selama hampir 70 tahun. Momentum tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka pameran di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (29/6).

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus menandai 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Hungaria, menghadirkan kolaborasi seniman dari kedua negara dalam sebuah karya yang memadukan identitas budaya Timur dan Eropa.

Kolaborasi Seni Jadi Simbol Diplomasi Budaya

Dalam sambutannya, Pramono Anung menilai Threads of Wax bukan sekadar ajang pamer karya seni, tetapi juga menjadi representasi nyata bagaimana budaya mampu menjembatani hubungan antarbangsa.

Menurutnya, kolaborasi para seniman Indonesia dan Hungaria berhasil menunjukkan bahwa perbedaan budaya justru dapat melahirkan karya yang harmonis sekaligus mempererat hubungan persahabatan yang telah berlangsung hampir tujuh dekade.

Ini bukan sekadar pameran seni, tetapi juga menjadi simbol kuat hubungan Indonesia dan Hungaria yang telah terjalin selama hampir tujuh dekade dan terus berkembang di berbagai bidang,” ujar Pramono.

Batik Karya Desainer Hungaria Curi Perhatian

Salah satu karya yang paling menarik perhatian Gubernur adalah batik hasil rancangan desainer Hungaria yang memadukan motif klasik Indonesia dengan ornamen khas negaranya.

Pramono mengaku terkesan melihat bagaimana motif batik Lasem dan Yogyakarta dipadukan secara harmonis dengan bunga-bunga khas Hungaria, menghasilkan karya yang tetap mempertahankan identitas kedua budaya.

Menurutnya, perpaduan warna yang kuat serta keberanian eksplorasi motif menjadi bukti bahwa seni mampu melampaui batas geografis dan budaya.

“Saya melihat sendiri hasilnya di luar dugaan. Mungkin baru pertama kali saya melihat secara langsung batik yang dibuat oleh desainer Hungaria dengan warna-warna yang begitu kuat dan penuh warna, menampilkan kekhasan batik Indonesia, terutama Lasem dan Yogyakarta, yang dipadukan dengan motif bunga khas Hungaria,” ungkapnya.

Jakarta dan Budapest Perkuat Kerja Sama Internasional

Pramono juga mengingatkan bahwa Jakarta dan Budapest telah menjalin hubungan sister city sejak 2 Februari 2009. Kerja sama tersebut terus berkembang melalui berbagai program di bidang seni, budaya, pendidikan, hingga pertukaran pemuda.

Menjelang usia Jakarta yang akan mencapai lima abad pada 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperluas jejaring kerja sama internasional untuk mendukung pembangunan kota yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Fokus kolaborasi tidak hanya mencakup kebudayaan, tetapi juga pendidikan, ekonomi kreatif, inovasi perkotaan, serta pembangunan berkelanjutan yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hungaria Jadi Mitra Strategis Pendidikan Indonesia

Di bidang pendidikan, Hungaria dinilai sebagai salah satu mitra strategis Indonesia. Negara di kawasan Eropa Tengah tersebut selama ini dikenal memiliki kualitas pendidikan tinggi dan menjadi tujuan studi bagi banyak mahasiswa Indonesia.

Pramono berharap peluang kerja sama pendidikan antara Jakarta dan Budapest semakin terbuka sehingga dapat melahirkan lebih banyak pertukaran pelajar, riset bersama, hingga kolaborasi akademik.

Kami berharap hubungan Jakarta dengan Budapest maupun Indonesia dengan Hungaria akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua belah pihak,” katanya.

Hubungan Indonesia–Hungaria Terus Berkembang

Hubungan Indonesia dan Hungaria tidak hanya dibangun melalui diplomasi budaya, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai kerja sama konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Hingga kini, Hungaria telah mendukung pembangunan 36 instalasi pengolahan air di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, pemerintah Hungaria juga menyediakan sekitar 110 beasiswa penuh setiap tahun bagi mahasiswa Indonesia.

Di sektor ekonomi, sekitar 2.500 tenaga kerja Indonesia kini bekerja di Hungaria, terutama pada industri kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat di negara tersebut.

Berbagai bentuk kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Hungaria semakin luas, mencakup sektor budaya, pendidikan, infrastruktur, hingga investasi dan ketenagakerjaan.

Diplomasi Seni Menuju Jakarta 500 Tahun

Pameran Threads of Wax menjadi bukti bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai medium ekspresi, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi yang mampu mempererat hubungan antarbangsa.

Memasuki usia ke-500 pada 2027, Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun jejaring global melalui kerja sama budaya, pendidikan, ekonomi, dan inovasi. Kolaborasi Indonesia–Hungaria dalam Threads of Wax menjadi salah satu contoh bagaimana diplomasi budaya mampu membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas di masa depan.

[Ib / Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *