Wartabuana.com | Setelah sukses menghadirkan berbagai film drama yang mendapat perhatian publik, Sinemaku Pictures kini mengambil langkah berani dengan memasuki wilayah yang lebih gelap dan menegangkan. Rumah produksi yang didirikan oleh Prilly Latuconsina dan Umay Shahab tersebut resmi memperkenalkan film terbaru berjudul Memburu Pemangsa, sebuah perpaduan genre horor, kriminal, dan aksi yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penonton Indonesia.
Film yang sebelumnya diperkenalkan dengan judul kerja Siksa Sampai Mati ini menjadi proyek terakhir dalam jajaran slate Sinemaku Pictures tahun 2026. Melalui video perdana yang dirilis di media sosial, publik diperkenalkan pada empat karakter utama yang diperankan oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem.
Keempatnya berperan sebagai jurnalis investigasi yang terlibat dalam perburuan sosok predator misterius yang diyakini memiliki hubungan dengan kekuatan iblis.
Menggabungkan Horor, Kriminal, dan Aksi dalam Satu Ketegangan
Cuplikan perdana yang dirilis Sinemaku Pictures langsung memancing rasa penasaran penonton. Berbagai petunjuk visual berupa berkas kriminal, penyelidikan kasus misterius, adegan kesurupan, hingga aksi penuh ketegangan memberi gambaran bahwa film ini tidak hanya mengandalkan elemen horor semata.
Sebaliknya, Memburu Pemangsa mencoba menawarkan pengalaman sinematik yang memadukan investigasi kriminal dengan atmosfer mencekam dan adegan aksi berintensitas tinggi.
Konsep tersebut menjadi sesuatu yang relatif baru dalam perfilman Indonesia, terutama bagi Sinemaku Pictures yang selama ini lebih dikenal lewat karya-karya drama emosional.
Umay Shahab Angkat Isu yang Lebih Menakutkan dari Sosok Gaib
Sebagai sutradara, Umay Shahab mengungkapkan bahwa film ini lahir dari keinginannya mengeksplorasi genre baru sekaligus mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, teror terbesar dalam cerita ini bukanlah makhluk gaib, melainkan manusia yang menyembunyikan sisi gelap di balik wajah yang tampak biasa.
“Melalui genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini. Pada akhirnya, yang paling menakutkan bukan sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia dan hidup di tengah kita,” ujar Umay Shahab.
Ia berharap penonton tidak hanya merasakan ketegangan selama menonton, tetapi juga membawa pulang refleksi tentang berbagai ancaman nyata yang sering kali luput dari perhatian.
Prilly Latuconsina Keluar dari Zona Nyaman Demi Peran Jurnalis Investigasi
Bagi Prilly Latuconsina, Memburu Pemangsa menjadi salah satu proyek paling menantang sepanjang kariernya.
Untuk mendalami karakter sebagai jurnalis investigasi, Prilly bahkan melakukan riset langsung dengan bertemu sejumlah wartawan dan pimpinan redaksi media.
Ia ingin memahami secara mendalam bagaimana cara kerja, tekanan, hingga tanggung jawab yang dihadapi seorang jurnalis saat mengungkap sebuah kasus besar.
“Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan,” ungkap Prilly.
Film ini sekaligus menjadi debut Prilly dalam film aksi berskala besar yang menuntut kemampuan fisik lebih intens dibandingkan proyek-proyek sebelumnya.
Laura Basuki Kembali ke Horor dan Debut Film Action
Tak kalah menarik, Laura Basuki juga menemukan tantangan baru melalui proyek ini.
Aktris peraih berbagai penghargaan tersebut mengungkapkan bahwa Memburu Pemangsa menandai kembalinya dirinya ke genre horor setelah terakhir kali bermain dalam film horor pada 2018.
Tak hanya itu, film ini juga menjadi debut Laura di genre action.
Menariknya, keputusan bergabung diambil meskipun ia hanya memiliki waktu persiapan selama 17 hari sebelum proses produksi dimulai.
“Salah satu alasan aku menerima film ini adalah isu penting yang dibawanya. Selain kembali ke genre horor, ini juga pertama kalinya aku bermain dalam film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku,” kata Laura Basuki.
Satukan Deretan Bintang Horor Indonesia
Selain menghadirkan empat pemeran utama perempuan yang kuat, Memburu Pemangsa juga diperkuat sejumlah aktor dan aktris papan atas seperti Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini, hingga Shareefa Daanish.
Kehadiran nama-nama tersebut semakin memperkuat ekspektasi publik terhadap film yang disebut sebagai proyek paling ambisius dalam sejarah Sinemaku Pictures.
Tak hanya menghadirkan kombinasi genre yang unik, film ini juga disebut mempersatukan sejumlah ikon horor Indonesia dalam satu layar.
Siap Tayang September 2026, Jadi Salah Satu Film Indonesia Paling Dinanti
Dengan konsep cerita yang berani, jajaran pemain bertabur bintang, serta eksplorasi genre yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Sinemaku Pictures, Memburu Pemangsa berpotensi menjadi salah satu film Indonesia paling dinanti pada tahun 2026.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 September 2026.
Bagi para pecinta horor, thriller kriminal, dan film aksi, Memburu Pemangsa menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar ketakutan. Film ini menghadirkan misteri, ketegangan, dan refleksi sosial yang relevan dengan kehidupan nyata, menjadikannya salah satu rilisan yang patut masuk daftar tontonan wajib tahun ini.













