Mbah WP
Mbah WP
TV

Top 14 “The Icon Indonesia” Bikin Merinding! Hujan Standing Ovation, Tangis Juri Pecah di Panggung

×

Top 14 “The Icon Indonesia” Bikin Merinding! Hujan Standing Ovation, Tangis Juri Pecah di Panggung

Share this article

Wartabuana.com — Panggung The Icon Indonesia semakin panas dan emosional. Babak “Top 14 Final” yang tayang 4 Mei 2026 menghadirkan deretan penampilan luar biasa, bahkan memicu standing ovation beruntun hingga membuat juri meneteskan air mata.

Malam Penuh Emosi dan Kualitas Vokal

Sebanyak 14 kontestan tampil habis-habisan, memperlihatkan perkembangan signifikan dari sisi teknik vokal, karakter, hingga penguasaan panggung. Nama-nama seperti Gerald (Ambon), Sheera (Bali), hingga Vedra (Batam) sukses mencuri perhatian lewat interpretasi lagu yang kuat dan emosional.

Atmosfer kompetisi terasa semakin ketat, seiring kualitas peserta yang kian merata dan sulit diprediksi.

Gerald Buka Panggung, Langsung Panen Pujian

Penampilan pembuka dari Gerald (Ambon) dengan lagu “Mengapa” langsung mencuri perhatian. Dua standing ovation dari Andien dan Titi DJ menjadi bukti kualitasnya.

Bahkan Ahmad Dhani secara terbuka memprediksi Gerald berpotensi menembus tiga besar—sebuah sinyal kuat sejak awal kompetisi malam itu.

Sheera dan Felirenza Tunjukkan Kelas Bintang

Sheera (Bali) tampil memikat hingga mendapat apresiasi tinggi dari Isyana Sarasvati. Ia dinilai mampu menggabungkan vokal, tarian, dan karakter panggung secara utuh.

Sementara itu, Felirenza (Bandung) sukses menghidupkan kembali lagu “Tetap Dalam Jiwa”. Isyana bahkan menyebut lagu tersebut terasa “menjadi milik Felirenza”—pujian yang jarang diberikan di kompetisi sekelas ini.

Vedra Bikin Juri Menangis, Standar Baru Terbentuk

 

Momen paling emosional terjadi saat Vedra (Batam) membawakan “Sang Dewi”. Penampilannya tak hanya menuai standing ovation dari seluruh juri, tetapi juga membuat Ahmad Dhani meneteskan air mata.

Komentar Titi DJ menjadi sorotan, ketika ia menyebut anggapannya selama ini terpatahkan—bahwa lagu tersebut tak lagi identik dengan penyanyi aslinya setelah dibawakan Vedra.

Glenn hingga Felicia: Deretan Penampilan Tak Kalah Memikat

Glenn (Deli Serdang) juga tampil impresif lewat “Komang” karya Raim Laode, bahkan disebut mengingatkan pada era Michael Jackson muda.

Felicia (Tangerang) tak kalah bersinar. Penampilannya dinilai sudah setara penyanyi profesional, bahkan terasa seperti bintang tamu di atas panggung.

Sementara Silvia (Bandung), Diva (Semarang), Elsa (Mamasa), hingga Aisyah (Jakarta) juga menunjukkan performa solid yang memperkaya warna kompetisi.

Zona Merah dan Perpisahan Emosional

Di akhir babak, tiga peserta harus menghadapi zona merah: Kayla (Malang), Silvia (Bandung), dan Elsa (Mamasa). Setelah pertimbangan juri, Silvia dan Elsa berhasil diselamatkan.

Dengan demikian, Kayla harus mengakhiri perjalanannya di panggung The Icon Indonesia—menyisakan momen haru yang tak terelakkan.

Babak Top 13: Tantangan Baru Menanti

Kompetisi akan berlanjut ke babak “Top 13” dengan format baru, termasuk sistem Virtual Gift untuk menyelamatkan peserta di zona merah.

Program ini tayang setiap Senin pukul 21.15 WIB di SCTV, dan semakin mendekati momen puncak lahirnya ikon baru musik pop Indonesia.

Analisis: Kompetisi Makin Ketat, Standar Semakin Tinggi

Babak Top 14 menandai titik balik kualitas kompetisi. Standing ovation bukan lagi hal langka, melainkan standar baru yang harus dicapai peserta.

Dengan performa yang semakin matang dan emosional, “The Icon Indonesia” tak hanya menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga panggung lahirnya artis dengan kesiapan industri.

 (Ib / artwork : Dok. SCTV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *