JUDUL: Hong Kong akan berikan lebih banyak bantuan bagi keluarga yang memiliki bayi
DATELINE: 26 Oktober 2023
DURASI: 00:02:04
LOKASI: HONG KONG, China
KATEGORI: EKONOMI
SHOTLIST:
1. Berbagai cuplikan suasana pidato
2. SOUNDBITE (Bahasa Mandarin): JOHN LEE, Kepala Eksekutif SAR Hong Kong
3. Berbagai cuplikan video yang berhubungan dengan Hong Kong
STORYLINE:
Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China akan menerapkan serangkaian kebijakan untuk mendorong kelahiran anak di tengah rendahnya angka kelahiran, seperti disampaikan Kepala Eksekutif SAR Hong Kong John Lee pada Rabu (25/10).
Bonus uang tunai satu kali sebesar 20.000 dolar Hong Kong (1 dolar Hong Kong = Rp2.028) atau sekitar 2.556 dolar AS (1 dolar AS = Rp15.871) akan diberikan untuk setiap bayi yang lahir pada hari Rabu atau setelahnya di Hong Kong dari orang tua yang merupakan penduduk tetap Hong Kong, dan kebijakan ini akan berlaku selama tiga tahun, ujar Lee dalam sebuah pidato kebijakan.
Beberapa insentif lainnya termasuk kenaikan plafon pengurangan bunga kredit rumah atau sewa rumah sebesar 20 persen, serta aturan prioritas untuk rumah susun bersubsidi dan alokasi perumahan sewa umum.
SOUNDBITE (Bahasa Mandarin): JOHN LEE, Kepala Eksekutif SAR Hong Kong
“Otoritas Perumahan Hong Kong (Hong Kong Housing Authority/HKHA) akan memperkenalkan ‘Skema Prioritas Alokasi Keluarga yang Memiliki Bayi’ (Families with Newborns Allocation Priority Scheme) untuk memajukan alokasi rumah susun Public Rental Housing (PRH) bagi keluarga yang memiliki bayi. Berdasarkan skema ini, aplikasi keluarga yang memiliki bayi yang lahir pada hari ini atau setelahnya akan mendapatkan pengurangan masa tunggu mendapatkan rumah susun PRH selama satu tahun. Aturan ini akan berlaku mulai April mendatang.”
Angka kelahiran di Hong Kong masih berada pada level terendahnya. Rata-rata paritas pasangan lokal turun ke rekor terendah di angka 0,9 pada tahun 2022.
Sementara itu, Hong Kong memiliki angka harapan hidup terlama di dunia. Proporsi warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas akan meningkat dari 20 persen populasi Hong Kong menjadi hampir sepertiganya pada akhir dekade mendatang.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Hong Kong, China.
(XHTV)