WARTABUANA – Satu lagi aplikasi ekonomi kerakyatan dari Gerakan OK OCE dirilis di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Aplikasi bernama Rumah Warung atau RuWang OK OCE merupakan kolaburasi antara warga, Koperasi Pasar Syariah Indonesia dan Gerakan OK OCE untuk mengelola warung modern.
RuWang OK OCE yang direncanakan hadir di semua Rukun Warga (RW) di Jakarta itu, pada Rabu (24/10/2018) siang sudah diresmikan pelaksanaannya secara simbolis dengan meresmikan RuWang OK OCE di RPTRA Taman Sawo, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hadir dalam acara tersebut, Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali, Kepala Dinas Koperasi, UMKM Perdagangan (KUMKMP), Provinsi DKI Jakarta, Adi Ariantara, Ketua Umum OK OCE Indonesia, Faransyah Agung Jaya, Emil Edhie Dharma, selaku Ketua Umum Koperasi Pasar Syariah Indonesia, yang juga merupakan “Mitra Penggerak OK OCE,” serta beberapa pejabat terkait di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Emil Edhie Dharma, RuWang OK OCE ini digagas oleh Koperasi Pasar Syariah Indonesia dan Gerakan OK OCE dalam upaya mendukung akselerasi ekonomi kerakyatan, di dalamnya ada transformasi warung tradisional menjadi warung dengan konsep retail modern yang terintegrasi dengan memanfaatkan sistem teknologi terkini.
“RuWang OK OCE bertujuan untuk meningkatkan daya saing warung tradisional, mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan masyarakat sekitar. Rumah Warung juga menjadi saluran distribusi produk-produk UMKM warga sekitar,” Emil Edhie Dharma.
Emil berharap, kedepannya RuWang OK OCE bisa menjadi landasan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan para wirausahawan baru yang dapat mengembangkan perekonomian di Indonesia.

“Program ini membuat warung tradisional bertahan hidup dan, mengajak kepada warga untuk berwirausaha bersama. Pengelolaan RuWang OK OCE ini dilakukan bersama-sama dengan warga sekitar lingkungan RW. Jadi rencananya, RuWang OK OCE ini akan ada di setiap RW di DKI Jakarta,” ungkap Emil.
Lebih jauh Emil memeparkan, operator RuWang OK OCE adalah para warga di sekitar yang mendapat gaji. Konsep bisnisnya dengan metode bagi hasil untuk, warga 40 persen dan untuk OK OCE dan mitra 60 persen. “Kenapa penghasilan OK OCE dan mitra lebih besar, karena mereka melakukan investasi,” jelasnya.
Nantinya, warga di sekitar RuWang OK OCE bisa tergerak untuk berwirausaha dengan menghasilkan produk UMKM yang bisa dijual di warung tersebut. “Misalnya ada warga yang bisa bikin kue, bikin kripik, bumbu dapur, bawang goreng atau apapun bisa dititip jual di RuWang OK OCE. Bahkan nantinya jika sudah terkoneksi secara online, hasil UMKM warga itu bisa dipasarkan ke seluruh wilayah di Jakara, bahkan seluruh Indonesia,” jelas Emil.
Dalam kesempatan yang sama Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali menyatakan, kehadiran RuWang OK OCE merupakan suatu upaya untuk membangkitkan semangat ekonomi dari bawah untuk membesarkan yang kecil.
“Saya lihat ini membangun sebuah ekonomi yang berbasis kepada masyarakat, ekonomi kerakyatan. Semoga masyarakat di sekitar sini akan sangat terbantu,” harapnya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Gerakan OK OCE Indonesia yang akrab disapa Coach Faran, ide besar dari program ini adalah bagaimana nanti anggota OK OCE yang dilatih di kecamatan dan kelurahan terdekat bisa menitipkan hasil produksinya di RuWang OK OCE.
“Tentu saja karena kita sekarang sudah Jaman Now, jadi harus menggunakan teknologi tingkat tinggi. Kami sedang membuat aplikasi sehingga konsumen bisa melakukan order dan transaksi secara online, tentu saja dengan harga yang sangat kompetitif,” kata Coach Faran.
Coach Faran sangat mengapresiasi kehadiran RuWang OK OCE ini, terumatan untuk Emil Edhie Dharma dan timnya. “Semoga anggota OK OCE maupun pelaku usaha di sekitar RuWang ini bisa masju dan pendapatannya bertambah. Tentu saja tujuan akhirnya membuat warga Jakarta Berbahagia,” pungkasnya.[]