SINGAPURA, 20 Maret (Xinhua) — Ekonomi Singapura diperkirakan akan tumbuh 3,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal pertama (Q1) 2025, demikian menurut survei yang dirilis oleh Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) pada Rabu (19/3).
Dalam Survei Prakirawan Profesional MAS (MAS Survey of Professional Forecasters) kuartalan, ketegangan geopolitik, termasuk tarif yang lebih tinggi, disebut sebagai risiko penurunan yang paling umum terhadap prospek ekonomi Singapura, yang ditandai oleh semua 20 responden.
Survei ini juga memperkirakan indeks harga konsumen, inflasi semua barang akan mencapai 1,5 persen, sementara Inflasi Inti MAS, yang tidak termasuk biaya transportasi pribadi dan akomodasi, diperkirakan mencapai 1,1 persen pada kuartal pertama.
Selama setahun penuh, para responden memperkirakan ekonomi Singapura kemungkinan besar akan tumbuh sebesar 2,5 hingga 2,9 persen. Pada Februari, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan prakiraan pertumbuhan resmi untuk tahun 2025 berada di kisaran 1 hingga 3 persen.
Survei yang dilakukan pada 14 Februari itu dikirim ke 25 ekonom dan analis yang mengikuti dengan saksama perkembangan ekonomi Singapura, dengan 20 respons diterima. Selesai