WARTABUANA – Seorang sopir taksi asal Palestina, Osama Hammadneh (43), memulai sebuah proyek amal lima tahun lalu untuk menyediakan tempat penampungan bagi hewan liar atau telantar, termasuk anjing dan keledai, di Desa Asira Al-Shamaliya dekat Kota Nablus, Tepi Barat.
Dibangun di atas lahan seluas 5 dunam atau sekitar 0,5 hektare, tempat penampungan tersebut kini dihuni 50 ekor anjing dan 13 ekor keledai. Hammadneh dan ayahnya, seorang petani, menghabiskan sekitar 2.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp14.418) per bulan untuk mengelola tempat penampungan itu, termasuk membeli makanan hewan dan membayar dokter hewan yang mengunjungi tempat penampungan tersebut sepekan sekali. Sebagian besar dananya berasal dari sumbangan para pencinta hewan. [Xinhua]
Sopir taksi Palestina Osama Hammadneh bermain bersama beberapa ekor anjing adopsi di sebuah tempat penampungan di Desa Asira Al-Shamaliya di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 14 Maret 2021. (Xinhua/Ayman Nobani)
Sopir taksi Palestina Osama Hammadneh bermain bersama beberapa ekor anjing adopsi di sebuah tempat penampungan di Desa Asira Al-Shamaliya di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 14 Maret 2021. (Xinhua/Ayman Nobani)
Sopir taksi Palestina Osama Hammadneh mengecek beberapa ekor anjing dan keledai adopsi di sebuah tempat penampungan di Desa Asira Al-Shamaliya di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 14 Maret 2021. (Xinhua/Ayman Nobani)
Ayah Osama Hammadneh merawat beberapa ekor anjing dan keledai adopsi di sebuah tempat penampungan di Desa Asira Al-Shamaliya di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 14 Maret 2021. (Xinhua/Ayman Nobani)
Sopir taksi Palestina Osama Hammadneh memberi makan seekor anjing adopsi di sebuah tempat penampungan di Desa Asira Al-Shamaliya di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 14 Maret 2021. (Xinhua/Ayman Nobani)
Ayah Osama Hammadneh memberi makan beberapa ekor keledai adopsi di sebuah tempat penampungan di Desa Asira Al-Shamaliya di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 14 Maret 2021. (Xinhua/Ayman Nobani)
CHONGQING, 17 Maret (Xinhua) -- Dengan menggunakan sebuah konsol di Shanghai, seorang dokter bedah asal Prancis, Youness Ahallal, mengendalikan lengan-lengan...