WARTABUANA – Pada Minggu (14/2) pagi, beberapa jam pascagempa bumi bermagnitudo 7,3 mengguncang Prefektur Fukushima di Jepang timur laut, sejumlah ruas jalan tol tampak lengang, sementara beberapa bagian dari Jalan Tol Joban ditutup akibat longsor.
Gempa kuat tersebut mengguncang pada Sabtu (13/2) malam di dekat pantai timur pulau Honshu. Di Kota Soma, Prefektur Fukushima, gempa itu tercatat dengan skala intensitas seismik Upper 6, dari skala tertinggi 7 dalam skala intensitas seismik Jepang.

Hingga Minggu, lebih dari 150 orang dilaporkan terluka akibat gempa tersebut. Selain prefektur Fukushima dan Miyagi, korban luka juga dilaporkan di enam prefektur lainnya, termasuk Chiba, Kanagawa, dan Saitama, yang semuanya berdekatan dengan ibu kota Tokyo.
Di Tokyo, yang terletak sekitar 300 km dari pusat gempa, gedung tempat tinggal reporter Xinhua berguncang cukup lama dan perabotan di dalamnya bekertak.
Pada Minggu pagi, di Kota Soma yang paling terdampak gempa, beberapa toko dan stasiun metro ditutup. Selain dari itu, tidak banyak kerusakan yang terlihat di pusat kota, dan kota beroperasi secara tertib.
Di pusat kota Soma, fasad dinding sebuah rumah terlihat terkelupas dan rangka kayunya terlihat. Departemen lalu lintas setempat telah memasang penghalang jalan di sekitarnya.

Seorang penduduk wanita lokal yang memiliki sebuah restoran menyatakan dia masih merasa takut ketika mengingat pengalamannya selama gempa pada Sabtu (13/2).
“Tiba-tiba bangunan mulai berguncang. Benda-benda di ruangan berjatuhan dari rak, dan listrik terputus-putus. Sangat mengerikan. Karena khawatir ada gempa susulan, saya menghabiskan malam dengan perasaan waswas di dalam mobil saya,” tuturnya kepada Xinhua.
Keesokan harinya, dia mendapati dinding luar rumahnya retak, jendela di lantai dua rumahnya rusak, dan tangga di rumah kontrakannya retak.

Dalam perjalanan dari Soma ke Koori-machi, sebuah kota di Fukushima, sebuah rumah tua terlihat nyaris roboh, dan jalanan di dekatnya telah ditutup. Sejumlah rumah kosong di daerah itu rusak parah, termasuk satu rumah yang ubinnya runtuh dan sepeda-sepeda di sebuah gudang di dekatnya jatuh berantakan.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa pada Sabtu malam itu merupakan gempa susulan dari gempa dahsyat pada tahun 2011 lalu yang menewaskan lebih dari 15.000 orang dan memicu insiden kebocoran nuklir di Fukushima.
Pada Minggu sekitar pukul 16.33 waktu setempat, gempa susulan lainnya bermagnitudo 5,2 dirasakan di Koori-machi. [Xinhua]