AMMAN- Yordania pada Minggu (9/5) memanggil kuasa usaha Israel di Kedutaan Besar Israel di Amman untuk memprotes aksi pelanggaran yang sedang berlangsung terhadap Masjid Al-Aqsa, seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Yordania.
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Yordania Yousef Bataineh menekankan bahwa tindakan Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur bertentangan dengan hukum internasional serta status quo hukum dan historis tempat itu, kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan.
Bataineh mendesak Israel untuk segera menghentikan aksi pelanggaran semacam itu, sembari memperingatkan konsekuensi dari tindakan provokasi dan eskalasi yang terus berlanjut, tambah kementerian tersebut.
Dirinya juga mendesak kuasa usaha Israel untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah Israel bahwa, di bawah hukum internasional, Israel harus mematuhi kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan di Yerusalem Timur, menghentikan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa dan warga Yerusalem, serta berhenti melakukan pengusiran terhadap warga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.
Menegaskan kembali ketidakabsahan putusan pengadilan Israel terkait pendudukan di Yerusalem Timur, pejabat Yordania itu juga meminta otoritas Israel untuk menghormati hukum internasional terkait isu ini.
Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Yerusalem Timur dan wilayah Palestina lainnya menyebabkan ratusan warga Palestina luka-luka.
Bentrokan tersebut dipicu oleh pembatasan Israel terhadap warga Muslim Palestina di Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadan dan rencana Israel untuk mengusir beberapa keluarga Palestina dari sebuah lingkungan di Yerusalem Timur. [Xinhua]