HANGZHOU, 26 Februari (Xinhua) — Perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) China DeepSeek meluncurkan inisiatif Open Source Week dan merilis repositori kode pertamanya, FlashMLA, pada Senin (24/2) untuk berbagi “kemajuan kecil namun tulus dengan transparansi penuh.”
FlashMLA merupakan alat pengoptimalan yang memungkinkan model bahasa besar menjadi lebih cepat dan efisien, terutama dalam pengerjaan tugas-tugas AI berkinerja tinggi. Alat itu mempercepat proses decoding dan meningkatkan waktu respons dan throughput, yang sangat penting untuk mengerjakan tugas-tugas dalam waktu nyata seperti chatbot dan pembuatan teks.
Sebelumnya, DeepSeek, yang berbasis di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis lima kode repositori secara berurutan dan berbagi kemajuan penelitian mereka dengan komunitas pengembang global dengan cara yang sepenuhnya transparan.
Pada hari yang sama, Alibaba Group mengumumkan bahwa pihaknya akan menginvestasikan lebih dari 380 miliar yuan (1 yuan = Rp2.246) untuk membangun infrastruktur perangkat keras awan (cloud) dan AI dalam tiga tahun ke depan, dengan memanfaatkan pesatnya pertumbuhan industri AI.
Pertumbuhan pesat dalam bidang AI jauh melampaui ekspektasi, sementara industri ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri yang booming juga menunjukkan potensi yang sangat besar, ujar CEO Alibaba Group Eddie Wu. “Alibaba akan berupaya maksimal mempercepat pembangunan infrastruktur perangkat keras cloud dan AI demi mendorong pengembangan industri tersebut secara keseluruhan.”
Perusahaan-perusahaan China mencatatkan peningkatan pesat dalam sektor-sektor emerging seperti AI, menunjukkan pertumbuhan yang impresif dan wawasan strategis. Banyak perusahaan teknologi China kini menorehkan namanya di panggung global.
Sebelumnya pada tahun ini, tim bisnis luar negeri di Hangzhou Lingban Technology Co. Ltd., menghadiri ajang International Consumer Electronics Show (CES) di Amerika Serikat. Di sana, mereka memperkenalkan Rokid Glasses, kacamata pintar inovatif bertenaga AI buatan mereka, yang menarik perhatian besar di pasar global.
Dalam frontier robotika, Unitree Robotics merilis robot anjing berkaki roda yang mampu melakukan serangkaian manuver yang kompleks. Baru-baru ini, DEEP Robotics mengerahkan robot anjing X30 buatannya ke sebuah terowongan kabel di Singapura untuk melakukan tugas inspeksi. Hal itu merupakan perangkat robot pertama China yang digunakan dalam sistem tenaga listrik di luar negeri.
Total 37 perusahaan China masuk dalam daftar “Humanoid 100” milik Morgan Stanley, yang berisi perusahaan-perusahaan global yang siap meraup keuntungan dari kebangkitan robot humanoid. Morgan Stanley menyoroti kemajuan luar biasa China dalam bidang robotika humanoid, sembari menyatakan bahwa banyak perusahaan rintisan yang siap meraih manfaat dari rantai pasokan yang matang, peluang aplikasi, dan dukungan kebijakan yang kuat.
Pemerintah China memberikan penekanan besar terhadap industri-industri masa depan seperti AI dan robotika humanoid. Meskipun keduanya masih berada dalam tahap awal, industri-industri ini dipandang sebagai sektor yang sangat strategis, disruptif, dan penuh dengan potensi inovasi.
Sekitar setahun yang lalu, tujuh departemen pemerintah China, termasuk Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, mengeluarkan pedoman untuk mendorong pengembangan industri masa depan.
Pedoman tersebut menyerukan upaya untuk mengembangkan produk unggulan, memperkaya skenario aplikasi, dan mengoptimalkan sistem pendukung industri bagi industri masa depan, terutama yang menargetkan enam bidang utama, yakni manufaktur, informasi, material, energi, antariksa, dan kesehatan.
Menurut Indeks Inovasi Global 2024 yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization), China menduduki peringkat ke-11 perihal inovasi global, menjadikannya sebagai salah satu perekonomian dengan pertumbuhan tercepat dalam hal inovasi sejak 2010.
Data dari Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics) China menunjukkan bahwa pada 2024, total belanja penelitian dan pengembangan (litbang) negara itu mencapai 3,61 triliun yuan. Angka ini menempatkan China sebagai negara dengan pengeluaran litbang terbesar kedua di dunia.
China juga sangat aktif dalam bidang investasi, terutama di sektor-sektor emerging seperti manufaktur kelas atas, energi baru, dan material baru. Di Zhejiang, konstruksi 150 proyek utama akan dimulai pada kuartal pertama 2025, dengan 55 di antaranya berfokus pada kekuatan produktif berkualitas baru.
“China memiliki akumulasi teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan yang diperlukan untuk membina raksasa teknologi. Sektor-sektor emerging seperti aplikasi AI, manufaktur semikonduktor, dan peralatan kelas atas diperkirakan akan menghasilkan gelombang baru perusahaan-perusahaan inovatif,” ujar Wu Xinkun, kepala analis strategi di Haitong Securities. Selesai