KUNMING – Kawanan 14 gajah Asia liar yang bermigrasi di Provinsi Yunnan, China barat daya, bergerak sekitar 4,6 kilometer ke arah tenggara, demikian disampaikan otoritas terkait pada Senin (28/6).
Pergerakan itu terjadi mulai Minggu (27/6) pukul 17.00 hingga Senin waktu yang sama, dan kawanan gajah masih berada di kawasan hutan di Tadian yang terletak di Kota Yuxi, tempat mereka berada sehari sebelumnya, menurut markas pusat yang bertugas memantau migrasi gajah tersebut.
Seekor gajah jantan, yang tersesat 23 hari lalu, kini berjarak sekitar 52 kilometer dari kawanannya di area hutan Distrik Hongta, Kota Yuxi.
Kawanan itu melakukan perjalanan sekitar 500 kilometer ke utara dari hutan asal mereka di Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Yunnan selatan. Mereka telah bermigrasi ke arah selatan selama lima hari berturut-turut sebelum bergerak sedikit ke arah timur laut pada Minggu.
Badai petir dan cuaca berkabut menyulitkan drone untuk memantau dan melacak gajah-gajah itu. Markas pusat telah menggalang beberapa pakar untuk melakukan penyelidikan di tempat dan merumuskan rencana untuk membantu migrasi gajah.
Lebih banyak lagi drone dan personel telah dikerahkan untuk memantau pergerakan kawanan gajah, menurut markas pusat.
Selama lebih dari sebulan, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan guna memastikan keamanan hewan tersebut maupun warga. Pada Senin, 209 orang dikerahkan, 1.573 warga dievakuasi, dan 1 ton makanan disediakan untuk gajah-gajah itu.
Gajah Asia sebagian besar ditemukan di Yunnan dan berada di bawah perlindungan negara tingkat A di China. Berkat upaya perlindungan yang semakin meningkat, populasi gajah liar di provinsi tersebut bertambah menjadi sekitar 300, naik dari 193 pada 1980-an. [Xinhua]