Tahun ini, AI industri menjadi pusat perhatian, mencerminkan pengaruhnya yang kian meningkat pada manufaktur dan otomatisasi.
HANNOVER, Jerman, 1 April (Xinhua) — Hannover Messe 2025, pameran perdagangan industri terkemuka di Jerman, dibuka pada Senin (31/3) dengan fokus yang kuat pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) industri, menyoroti peran transformatif teknologi tersebut dalam membentuk masa depan manufaktur.
Mengusung tema “menyuntikkan energi pada industri yang berkelanjutan”, acara yang berlangsung selama lima hari itu menarik partisipasi lebih dari 3.800 ekshibitor dari sekitar 60 negara dan kawasan. Perusahaan-perusahaan China menyumbangkan jumlah peserta yang signifikan, yakni sekitar 1.000 ekshibitor, menjadikan China sebagai kelompok ekshibitor terbanyak kedua setelah negara tuan rumah, Jerman, demikian menurut pihak penyelenggara.
Berbicara pada upacara pembukaan pada Minggu (30/3) malam waktu setempat, Kanselir Jerman Olaf Scholz menekankan pentingnya inovasi dan kedaulatan teknologi, khususnya di bidang-bidang seperti AI, e-mobilitas, energi bersih, dan robotika.
Namun, Scholz juga memperingatkan berbagai tantangan yang makin besar bagi kemajuan global. Meningkatnya ketegangan geopolitik, hambatan perdagangan, dan langkah-langkah proteksionis, termasuk tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, mengganggu perdagangan global dan memperlambat perkembangan teknologi.
“Ketidakpastian makin kuat, tarif kian banyak, dan fragmentasi meningkat, ini bukan kabar baik bagi sebagian besar perusahaan,” ujar Scholz. Dia mendesak kerja sama internasional yang lebih kuat untuk mendorong inovasi, seraya menyatakan bahwa “kemajuan teknologi akan lebih berhasil jika kita berkolaborasi di berbagai sektor, disiplin ilmu, dan negara.”
Kini dalam penyelenggaraannya yang hampir sampai di tahun ke-80, Hannover Messe telah lama menjadi platform utama untuk memamerkan teknologi industri mutakhir. Tahun ini, AI industri menjadi pusat perhatian, mencerminkan pengaruhnya yang kian meningkat pada manufaktur dan otomatisasi.
Selain AI, pameran ini juga menampilkan industri-industri yang sedang berkembang pesat (emerging), seperti platform digital, kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan infrastruktur pengisian daya, sel bahan bakar hidrogen, dan teknologi kuantum.
CEO Siemens AG Roland Busch menggemakan penekanan pada AI, sekaligus menyerukan integrasi mendalam ke dalam operasi industri inti. “AI dan teknologi berbasis data tidak boleh hanya ditambahkan ke dalam proses yang sudah ada,” ujarnya. “Teknologi ini harus ditanamkan ke dalam jantung produk, perangkat lunak (software), dan model bisnis untuk mewujudkan potensi penuhnya.” Selesai