BEIJING, 28 Februari (Xinhua) — Juru bicara (jubir) militer China pada Kamis (27/2) memperingatkan pihak Filipina untuk segera menghentikan tindakan pelanggaran hak dan berhenti menyebarkan narasi palsu mengenai pesawat Angkatan Laut (AL) Tentara Pembebasan Rakyat China (People’s Liberation Army/PLA).
Wu Qian, jubir Kementerian Pertahanan Nasional China, melontarkan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas narasi tak berdasar yang mengeklaim sebuah pesawat AL PLA melakukan manuver berbahaya terhadap sebuah pesawat layanan publik Filipina di wilayah udara di atas Huangyan Dao, China, yang “menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan pilot dan penumpang.”
Wu mengatakan fakta-fakta terkait insiden ini sangat jelas. Pesawat Filipina, yang membawa banyak wartawan, menerobos wilayah udara China di atas Huangyan Dao untuk memprovokasi dan kemudian menyatakan diri sebagai korban.
Mengecam tuduhan yang tidak berdasar itu, Wu mengatakan helikopter PLA sedang melakukan patroli rutin, dan provokasi Filipina-lah yang menimbulkan risiko bagi keselamatan udara dan maritim dalam pertemuan ini.
“Kami meminta pihak Filipina untuk segera menghentikan pelanggaran hak, berhenti menyebarkan narasi palsu, dan bekerja sama dengan pihak China demi perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” kata Wu. Selesai