Atlet angkat berat China Tan Yujiao (kiri) berpose untuk difoto setelah menerima hadiah dari atlet Mesir Fatma Omar. (Sumber foto: Tan Yujiao)
Berhadapan dalam kompetisi selama bertahun-tahun, atlet angkat berat China Tan Yujiao dan idolanya dari Mesir, Fatma Omar, memiliki ikatan yang kuat.
PARIS, 9 September (Xinhua) — Setelah berhasil menyabet medali emas ketiga secara beruntun dalam cabang olahraga (cabor) angkat berat putri kelas 67 kg di Paralimpiade Paris pada Jumat (6/9), atlet angkat berat China Tan Yujiao menerima hadiah tak terduga, yakni sebuah pakaian yang diberikan oleh Fatma Omar, ikon cabor angkat berat berusia 50 tahun dari Mesir.
“Omar selalu menjadi idola saya,” kata Tan saat membicarakan atlet yang sudah enam kali mengikuti Paralimpiade serta memenangkan empat medali emas dan dua medali perak tersebut. “Berkompetisi bersama idola saya merupakan tantangan sekaligus inspirasi. Hal itu mendorong saya untuk menjadi yang terbaik.”
“Di Paralimpiade London 2012, dia sudah terkenal, sedangkan saya masih pemula. Kami langsung cocok, dan dia meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi saya saat pertama kali bertemu,” kenang Tan. “Di London, dia menghadiahkan seragam tim Mesir kepada saya. Saya sangat senang. Dia seperti kakak perempuan bagi saya.”
Tan dan Omar kerap bertemu dalam berbagai kompetisi selama bertahun-tahun. Mereka selalu saling menyapa dengan hangat dan tulus setiap kali bertemu, dan persahabatan mereka pun menjadi semakin erat.
Tan (tengah), Omar (kiri), dan Olaitan Ibrahim dari Nigeria melakukan selebrasi usai pertandingan final cabang olahraga angkat berat putri kelas 67 kg di Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, pada 28 Agustus 2021. (Xinhua/Hu Huhu)
Kedua atlet itu berkompetisi dalam pertandingan final cabor angkat berat putri kelas 67 kg di Tokyo 2020. Tan berhasil membawa pulang medali emas dengan angkatan 133 kg, sementara Omar menyabet medali perak. Omar pun memuji Tan usai pertandingan tersebut. “Saya sangat senang Tan memenangkan medali emas. Saya yakin dia akan meraih pencapaian yang lebih hebat lagi di masa mendatang,” katanya.
Ikatan mereka tetap erat meskipun Omar pensiun dari para angkat berat profesional tahun lalu. Omar mengikuti karier Tan dengan cermat, mengirimkan pesan-pesan penyemangat untuk Tan setelah setiap kemenangannya. Tan juga membawakan sekotak teh China untuk Omar saat Piala Dunia Para Angkat Berat pada Juni lalu. Omar senang dapat mencicipi teh China itu dan mendapat “pelajaran menyeduh teh” dari Tan.
Tan melakukan selebrasi dalam pertandingan final cabang olahraga angkat berat putri kelas 67 kg di Paralimpiade 2024 di Paris, Prancis, pada 6 September 2024. (Xinhua/Lian Yi)
Omar datang ke Paris sebagai bagian dari kontingen Mesir. Saat Tan memecahkan rekor dunianya sendiri dan meraih gelar juara, Omar tak kuasa menahan kegembiraannya.
“Dia sangat peduli pada latihan dan kehidupan saya, dan selalu menyemangati saya untuk terus maju. Dia mengatakan, ‘Aku telah berkompetisi dalam enam Paralimpiade. Ini yang keempat bagimu. Jika kau terus berjuang dua kali lagi, kau akan bisa mengejarku,'” ungkap Tan. “Dia selalu tulus kepada saya, dan saya sangat menghargai persahabatan kami.”
Saat Paralimpiade hampir berakhir, Tan menyiapkan hadiah istimewa untuk Omar, yakni sekotak teh Sumur Naga Danau Barat dari kampung halamannya dan sekuntum bunga buatan tangan, yang melambangkan harapan terbaiknya untuk putri Omar yang akan segera menikah dan persahabatan abadi mereka. “Saya berharap persahabatan kami akan mekar selamanya, seperti bunga ini,” tutur Tan.
Dari rival menjadi sahabat seumur hidup, Tan dan Omar menunjukkan bahwa selalu ada ruang bagi persahabatan untuk tumbuh dalam olahraga. [Xinhua]