Pertemuan Finance Track G20 resmi dibuka pada Senin di Cape Town, ibu kota legislatif Afrika Selatan, dengan diskusi yang berfokus pada tantangan dan hambatan pertumbuhan di negara-negara berkembang, khususnya di negara-negara Afrika.
CAPE TOWN, 26 Februari (Xinhua) — Pertemuan Finance Track Kelompok 20 (Group of 20/G20) resmi dibuka pada Senin (24/2) di Cape Town, ibu kota legislatif Afrika Selatan, dengan diskusi yang berfokus pada tantangan dan hambatan pertumbuhan di negara-negara berkembang, khususnya di negara-negara Afrika.
Dalam pembukaan Pertemuan Deputi Keuangan dan Bank Sentral G20, Direktur Jenderal Perbendaharaan Nasional Afrika Selatan Duncan Pieterse menguraikan isu-isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan yang berlangsung selama sepekan tersebut.
Diselenggarakan di Cape Town International Convention Center, Pertemuan Deputi Keuangan dan Bank Sentral itu dijadwalkan digelar pada 24-25 Februari, diikuti dengan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pada 26-27 Februari. Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk membuka jalan bagi solusi kolaboratif untuk tantangan-tantangan global yang mendesak dan pembangunan berkelanjutan menjelang KTT G20.

“Afrika Selatan mengisyaratkan niat yang kuat dan sungguh-sungguh untuk meninjau kembali proses operasional G20. Bulan lalu, G20 memulai tahun operasinya yang ke-26. Namun demikian, proses operasional G20 jarang sekali ditinjau ulang,” ujar Pieterse.
“Dalam beberapa bulan mendatang dan setelah diskusi pada pekan ini, kepresidenan Afrika Selatan yang bekerja sama dengan keanggotaan G20 akan, untuk pertama kalinya, melakukan tinjauan ulang terhadap proses-proses ini dan mempertimbangkan cara-cara untuk meningkatkan dan memperkuatnya. Kami juga akan mendiskusikan berbagai peluang lain untuk keterlibatan G20 pada tahun ini,” lanjut Pieterse.
Afrika Selatan mulai memegang jabatan kepresidenan G20 pada 1 Desember 2024, menjadi negara Afrika pertama yang menempati posisi tersebut. Tema kepresidenan kali ini, yakni “Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan”, menegaskan penekanan negara tersebut pada pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, dengan fokus pada negara-negara paling rentan di dunia.
Pieterse menyoroti pembiayaan pembangunan sebagai isu krusial bagi negara-negara termiskin dan paling rentan di dunia, dengan mengatakan, “Kami juga akan mengadakan pertemuan yang sangat penting mengenai tantangan dan hambatan pertumbuhan di negara-negara berkembang, termasuk negara-negara Afrika.”
Sejumlah topik tambahan yang relevan dengan anggota G20 juga akan dimasukkan ke dalam agenda. Selesai