politik

Pengamat : Tudingan TGB Dukung Jokowi Terlalu Dini

Nana Sumarna | Kamis, 12 Juli 2018 11:45 WIB | PRINT BERITA

ist

JAKARTA, WB - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuang Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden. Menyikapi hal itu, analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai terlalu dini jika hal tersebut dinilai sebagai keberpihakan.
 

"Bila dikaitkan dengan 2019, pernyataan TGB terlalu dini diartikan sebagai keberpihakan apalagi dikaitkan dengan kubu yang akan bertarung pada konstelasi 2019 nanti," tutur Hendri, belum lama ini.


Dia mengatakan, sebagai seorang gubernur NTB, tak ada yang salah dengan pernyataan dukungan TGB terhadap Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya. Menurutnya, sebagai seorang gubernur, dukungan kepada presidennya bisa disebut sebagai kewajiban.


Ia juga menyatakan, ada dua alasan yang melatar belakangi mengapa dukungan TGB tersebut dinilai bukan sebuah keberpihakan. Yang pertama, TGB sendiri belum pernah melakukan deklarasi apapun sebelumnya, terlebih mengenai deklarasi capres ataupun cawapres mendampingi capres tertentu.


"Yang kedua, kendati berasal dari Demokrat, TGB ini seperti tanpa partai atau free agent dalam politik nasional," katanya. Ia menambahkan, Demokrat tampak lebih senang melambungkan nama dan figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang digadang-gadang sebagai putra mahkota Demokrat. Meski tidak dipungkiri jika AHY ini masih coba-coba atau testing the water.


"Demokrat lebih melambungkan AHY daripada mempersiapkan TGB yang sudah memiliki masa real di kancah politik nasional," tuturnya.


Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinan presidennya. Menurutnya, Jokowi pantas untuk diberikan kesempatan untuk menyelesaikan apa yang selama satu periode ini telah dimulai.[]







EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








TERKINI



TERPOPULER

Fokus Nyaleg, Johan Budi Mundur Jadi Tim Kampanye Jokowi

18 September 2018 | 13:31 WIB

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi mengaku sudah melakukan diskusi dengan Istana Negara terkait mundur dari juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019.

Jokowi Nomor Satu, Prabowo Nomor Urut Dua

21 September 2018 | 21:22 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah melakukan pengundian nomor urut capres-cawapres peserta Pilpres 2019. Pengundian dilakukan di Ruang Sidang Utama Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018) malam.

Nomor Urut Satu Sesuai Harapan Megawati

22 September 2018 | 08:29 WIB

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyambut gembira dan bersyukur atas nomor Pasangan Jokowi- Maruf Amin yang sarat dengan pesan sejarah untuk menjaga NKRI dengan hanya satu dasar Pancasila.

Dituding Kerap Kampanye SARA, Prabowo : Kami Lebih Pancasilais

24 September 2018 | 14:27 WIB

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto, merasa dituding sebagai pihak yang berkampanye dengan menggunakan isu-isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Prabowo pun menampik dan menganggap pihaknya justru lebih Pancasilais.

KH Ma`ruf Amin Lepas Jabatan Rais Aam PBNU

22 September 2018 | 17:43 WIB

Cawapres nomor urut 1, KH Ma`ruf Amin, resmi melepas jabatannya sebagai Rais Aam PBNU, Sabtu (22/9/2018). Kini tugas Rais Aam PBNU dipercayakan kepada Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar.

Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber