info tekno

Pesawat Sering Ditabrak Burung, Perusahaan ini Bikin Robot Burung

Nana Sumarna | Sabtu, 09 Juni 2018 16:31 WIB | PRINT BERITA

ist


AMSTERDAM, WB - Burung mempunyai kerja layaknya pesawat terbang. Keduanya terbang sama-sama menggunakan kawasan udara, oleh karenanya insiden tabrakan kerap tidak bisa dihindari.

Para otoritas bandara sejak lama berusaha mengatasi hal tersebut dengan berbagai cara, karena tabrakan dengan burung bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin jet dan jatuhnya pesawat.


Sebagian bandara menggunakan anjing-anjing khusus untuk mengusir burung yang berada dekat landas pacu. Sementara sebagian bandara lain menggunakan suara dentuman meriam kosong untuk mengusir burung-burung itu.


Kini, sebuah perusahaan Belanda bernama Clear Flight Solutions berhasil membuat robot burung elang yang diklaim bisa lebih efisien dalam mengusir burung.


Kebanyakan burung yang tinggal dekat landas pacu lapangan terbang biasanya tidak begitu takut pada anjing ataupun suara dentuman meriam kosong. Tapi kalau melihat burung elang muncul di udara, kebanyakan burung akan berusaha menghindar. Tidak penting apakah elang itu burung sungguhan atau hanya robot, yang penting bisa mengepakkan sayapnya.


"Kalau ada burung pemangsa yang meluncur berputar-putar di udara tanpa mengepakkan sayapnya, burung itu sedang mengamati kawasan di bawahnya, dan tidak sedang berburu secara aktif," kata Wessel Straatman, insinyur dari Clear Flight Solutions, seperti dilansir VOA News.


"Karena itu, burung-burung lain hanya meningkatkan kewaspadaan mereka. Barulah ketika burung elang itu mengepakkan sayapnya, burung-burung lain itu tahu bahwa bahaya mengancam dan mereka akan terbang menjauh," imbuhnya.


Membuat sayap burung robot yang bisa digerakkan secara berulang-ulang seperti burung yang sedang terbang adalah tugas yang sulit.


"Sama seperti burung sungguhan, sayapnya harus bisa bergerak dengan luwes supaya bisa mendorong badan burung itu maju di udara," Straatman menambahkan.


Tubuh burung robot itu dicetak dari bahan campuran serat kaca dan nilon dan sayapnya dibuat dengan meniru pola sayap elang yang sesungguhnya. Robot itu kini masih diterbangkan dengan menggunakan remote control, tapi para perancangnya sedang menyusun algoritma yang memungkinkan robot barung itu terbang pada jalur dan ketinggian tertentu secara otomatis.


Kata pembuatnya, robot itu kini telah berhasil mengusir burung-burung yang banyak terdapat dekat landas pacu di sejumlah bandara dan tempat-tempat penimbunan sampah. Versi berikutnya, mereka dikabarkan akan meniru burung elang gundul yang lebih besar, untuk menakuti jenis-jenis burung yang lebih besar.[]








 

EDITOR : M. Jasri
Baca Juga








Home | nasional | dunia | metro | ekonomi | parlemen | arena | seleberita | telco | gadget | otomotif | info tekno | jalan-jalan | kelambu | curhat sehat | hidup sehat | sportainment | potret | Launching | enterpreneur | profil | politik | ragam | Hukum | Ceremony | Resensi | Film | Musik | Wow... |

Tentang Kami | Kontak Kami | Pedoman Media Siber